Home MIGAS Tak Mau Korbankan Industri Domestik, Ekspor Gas Bumi Ke Singapur Dipangkas
MIGAS

Tak Mau Korbankan Industri Domestik, Ekspor Gas Bumi Ke Singapur Dipangkas

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD (billion British thermal unit per day) atau sekitar 8 persen dari total ekspor. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pasokan gas bagi kebutuhan industri dalam negeri. Pemangkasan berasal dari dua wilayah penghasil gas, yakni Natuna sebesar 15 BBTUD dan Sumatera 16 BBTUD.

Menteri Investasi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan kebijakan ini tidak melanggar kontrak ekspor yang berlaku.

“Pak Menperin sedang fokus bagaimana agar bahan baku untuk industri dalam negeri selalu ada, dan ini sumbernya dari gas. Ada negara tetangga kita yang kemarin menyampaikan soal ekspor gas yang sebagian kita kurangi, dimana total gas yang kita kirim sebesar 409,55 BBTUD. Yang kemarin kita potong 31 BBTUD, sekitar 8 persen. Potongan ini tidak melanggar kontrak karena masih batas minimum kontrak sekitar 91-92 BBTUD,” kata Bahlil di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Menteri Perindustrian Sarmuji menyambut positif kebijakan tersebut. Ia menilai tambahan alokasi gas akan berdampak besar bagi sektor industri nasional, terutama subsektor petrokimia, pupuk, kaca, baja, dan keramik.

“Saya bergembira ketika ada kebijakan penambahan alokasi gas untuk industri karena kita tahu industri itu butuh gas yang besar. Kalau ini dialokasikan ke sektor industri, maka pengaruhnya sangat besar selain pada PDB, lapangan kerja kita juga akan lebih terjamin,” ujar Sarmuji.

Sekolah di Kupang Dapat Suntikan Baru, Pertamina NRE Benahi Sanitasi SD Alak Kupang, Situsenergi.com Fasilitas sanitasi UPTD SD Negeri Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendapat perhatian baru. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyalurkan bantuan untuk memperbaiki sarana sanitasi yang digunakan siswa dan guru. Pertamina NRE menentukan bantuan tersebut setelah melakukan rapid assessment pada 25 September 2026. Tim perusahaan bertemu pihak sekolah sekaligus melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sebelum menentukan kebutuhan yang perlu mendapat dukungan. Berawal dari Cek Langsung ke Sekolah Penyerahan bantuan berlangsung di UPTD SD Negeri Alak pada Kamis (1/10/2026). Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dan Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Alak Marlin Koreh. John mengatakan perusahaan ingin memastikan program sosial memberikan manfaat yang benar-benar terasa bagi penerima. “Kami berharap bantuan ini dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih layak, bersih, dan nyaman bagi siswa maupun para guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” ujar John. Menurutnya, Pertamina NRE memilih bentuk bantuan berdasarkan kebutuhan yang perusahaan temukan langsung di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program tanggung jawab sosial perusahaan lebih relevan dan berkelanjutan. “Kami ingin setiap program CSR Pertamina NRE hadir berdasarkan kebutuhan masyarakat, sehingga manfaat yang diberikan benar-benar dapat dirasakan secara langsung,” tambah John. Sanitasi Jadi Perhatian Sri Nur Hidayati menilai fasilitas sanitasi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman. “Melalui bantuan ini, Pertamina NRE berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar di lingkungan sekolah, khususnya fasilitas sanitasi yang digunakan sehari-hari oleh siswa dan guru,” kata Sri. Bagi pihak sekolah, dukungan tersebut membantu meningkatkan kelayakan fasilitas yang menunjang aktivitas sehari-hari. Marlin Koreh menyampaikan apresiasi atas perhatian Pertamina NRE terhadap kondisi sarana sekolah. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pertamina NRE atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Perbaikan fasilitas sarana sekolah seperti ini sangat membantu sekolah dalam menyediakan sarana yang lebih layak dan nyaman bagi siswa maupun guru,” ujar Marlin. Pertamina NRE Kejar Manfaat yang Nyata Bantuan untuk SD Negeri Alak menjadi bagian dari komitmen Pertamina NRE dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan berbasis kebutuhan penerima manfaa

Dengan tambahan pasokan gas, pemerintah berharap utilisasi sektor industri yang saat ini berada di kisaran 70 persen dapat meningkat hingga 80–85 persen. Peningkatan ini diyakini akan memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan penciptaan lapangan kerja. (DIN/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bukan Sekadar Pink October, Mobil Mamografi Pertamina Sudah Layani 1.166 Perempuan Gratis

Jakarta, Situsenergi.com Ribuan perempuan Indonesia mulai merasakan manfaat layanan pemeriksaan kanker payudara...

Soal Pengadaan Crude Oil, Pemerintah Buka Opsi GtoG atau GtoB

Jakarta, Situsenergi.com Pemerintah bergerak cepat merespons dinamika geopolitik global yang belum menentu...

Sumur PHR di Riau Cetak Produksi 1.246 BOPD, Tembus 5 Kali Target!

Jakarta, Situsenergi.com Kabar positif datang dari industri migas nasional. Sumur pengembangan Tiang...

Pertamina Gandeng Jepang, Teknologi Gas Ini Dibidik untuk Kurangi Ketergantungan LPG Impor

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina (Persero) menggandeng dua perusahaan Jepang, Yachiyo Engineering Co.,...