Home MIGAS Sumur PHR di Riau Cetak Produksi 1.246 BOPD, Tembus 5 Kali Target!
MIGAS

Sumur PHR di Riau Cetak Produksi 1.246 BOPD, Tembus 5 Kali Target!

Share
Sumur PHR di Riau Cetak Produksi 1.246 BOPD, Tembus 5 Kali Target!
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Kabar positif datang dari industri migas nasional. Sumur pengembangan Tiang 00004 milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Provinsi Riau mencatat produksi awal minyak sebesar 1.246 barel per hari atau BOPD, sekitar 5,42 kali lipat dari target awal 230 BOPD.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan capaian tersebut dalam sesi laporan Good News pada Senin (26/10). Sumur yang mulai dibor pada 17 September 2026 itu resmi berproduksi atau Put On Production (POP) pada 24 Oktober 2026.

“Alhamdulilah, Sumur TIANG 00004 menghasilkan minyak 1.246 BOPD, hasilnya mencapai lima kali dari target yang ditargetkan oleh Pertamina Hulu Rokan,” kata Djoko.

Produksi Sumur PHR Lampaui Target

Capaian produksi awal tersebut melampaui target sekitar 542%. Selain menghasilkan minyak, sumur Tiang 00004 mencatat water cut sebesar 17,29% dengan menggunakan teknologi Electric Submersible Pump (ESP).

Sekolah di Kupang Dapat Suntikan Baru, Pertamina NRE Benahi Sanitasi SD Alak Kupang, Situsenergi.com Fasilitas sanitasi UPTD SD Negeri Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendapat perhatian baru. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyalurkan bantuan untuk memperbaiki sarana sanitasi yang digunakan siswa dan guru. Pertamina NRE menentukan bantuan tersebut setelah melakukan rapid assessment pada 25 September 2026. Tim perusahaan bertemu pihak sekolah sekaligus melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sebelum menentukan kebutuhan yang perlu mendapat dukungan. Berawal dari Cek Langsung ke Sekolah Penyerahan bantuan berlangsung di UPTD SD Negeri Alak pada Kamis (1/10/2026). Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dan Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Alak Marlin Koreh. John mengatakan perusahaan ingin memastikan program sosial memberikan manfaat yang benar-benar terasa bagi penerima. “Kami berharap bantuan ini dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih layak, bersih, dan nyaman bagi siswa maupun para guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” ujar John. Menurutnya, Pertamina NRE memilih bentuk bantuan berdasarkan kebutuhan yang perusahaan temukan langsung di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program tanggung jawab sosial perusahaan lebih relevan dan berkelanjutan. “Kami ingin setiap program CSR Pertamina NRE hadir berdasarkan kebutuhan masyarakat, sehingga manfaat yang diberikan benar-benar dapat dirasakan secara langsung,” tambah John. Sanitasi Jadi Perhatian Sri Nur Hidayati menilai fasilitas sanitasi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman. “Melalui bantuan ini, Pertamina NRE berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar di lingkungan sekolah, khususnya fasilitas sanitasi yang digunakan sehari-hari oleh siswa dan guru,” kata Sri. Bagi pihak sekolah, dukungan tersebut membantu meningkatkan kelayakan fasilitas yang menunjang aktivitas sehari-hari. Marlin Koreh menyampaikan apresiasi atas perhatian Pertamina NRE terhadap kondisi sarana sekolah. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pertamina NRE atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Perbaikan fasilitas sarana sekolah seperti ini sangat membantu sekolah dalam menyediakan sarana yang lebih layak dan nyaman bagi siswa maupun guru,” ujar Marlin. Pertamina NRE Kejar Manfaat yang Nyata Bantuan untuk SD Negeri Alak menjadi bagian dari komitmen Pertamina NRE dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan berbasis kebutuhan penerima manfaa

Sumur ini menyasar lapisan Pematang. PHR menyelesaikan pengeboran pada 11 Oktober 2026, kemudian melanjutkan pekerjaan initial completion pada 19 Oktober 2026 sebelum sumur mulai berproduksi.

Pengeboran Selesai dalam 36 Hari

PHR mengebor sumur Tiang 00004 menggunakan metode directional drilling atau pengeboran berarah hingga mencapai kedalaman akhir 4.770 kaki terukur (feet measured depth/ftMD).

Seluruh rangkaian pekerjaan, mulai dari pemindahan rig (move), pengeboran, hingga penyelesaian awal sumur, berlangsung selama 36 hari.

Dari sisi keselamatan operasional, kegiatan di sumur tersebut membukukan 882 jam operasi aman (safe ops hours) sejak awal pengeboran hingga pengujian produksi. PHR juga menjalankan kegiatan dengan mengutamakan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE) serta keunggulan operasional (Operational Excellence).

SKK Migas Berharap Produksi Bertahan Lama

Djoko berharap sumur Tiang 00004 mampu mempertahankan produksi dalam jangka panjang. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama SKK Migas dan PHR dalam mendukung peningkatan produksi minyak nasional.

“Sambil berdoa semoga ini dapat berproduksi lama dan tak lupa atas nama SKK Migas bersama PHR mengucapkan terima kasih dan salam hormat penuh semangat…lifting naik,” ujar Djoko.

Keberhasilan sumur Tiang 00004 menjadi kabar positif bagi upaya peningkatan produksi migas, terutama karena hasil awalnya melampaui target yang telah ditetapkan. (MK/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bukan Sekadar Pink October, Mobil Mamografi Pertamina Sudah Layani 1.166 Perempuan Gratis

Jakarta, Situsenergi.com Ribuan perempuan Indonesia mulai merasakan manfaat layanan pemeriksaan kanker payudara...

Tak Mau Korbankan Industri Domestik, Ekspor Gas Bumi Ke Singapur Dipangkas

Jakarta, Situsenergi.com Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD...

Soal Pengadaan Crude Oil, Pemerintah Buka Opsi GtoG atau GtoB

Jakarta, Situsenergi.com Pemerintah bergerak cepat merespons dinamika geopolitik global yang belum menentu...

Pertamina Gandeng Jepang, Teknologi Gas Ini Dibidik untuk Kurangi Ketergantungan LPG Impor

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina (Persero) menggandeng dua perusahaan Jepang, Yachiyo Engineering Co.,...