Jakarta, Situsenergi.com
Pemerintah bergerak cepat merespons dinamika geopolitik global yang belum menentu dengan memperkuat strategi ketahanan energi nasional. Sebagai langkah antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terkait pengadaan sumber energi, pemerintah membuka babak baru dalam sistem pengadaan minyak mentah (crude oil), Bahan Bakar Minyak (BBM), dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa skema pengadaan energi yang selama ini mengandalkan mekanisme Business-to-Business (BtoB) dengan tender panjang kerap menghadapi kendala persaingan pasar global. Oleh sebab itu pemerintah kini dapat menempuh jalur Government-to-Government (GtoG) maupun Government-to-Business (GtoB) melalui penugasan Badan Layanan Umum (BLU).
“Geopolitik masih belum menentu, tidak tahu kapan berakhir. Maka pemerintah Indonesia untuk segera melakukan langkah antisipasi alternatif hingga paling terjelek untuk tetap mendapatkan sumber energi,” ujar Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Langkah ini dinilai memberi keleluasaan bagi Indonesia untuk menjajaki pasokan energi dari pelbagai negara mitranya. Pasokan minyak mentah nasional kini diarahkan untuk dialihkan dari kawasan Timur Tengah, sementara impor LPG saat ini masih bergantung sebesar 80 persen dari Amerika Serikat. Adapun untuk pasokan Solar, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor, meski BBM jenis Pertalite (RON 90) serta RON 92, 95, dan 98 sebagian masih didatangkan dari luar negeri.
Guna memastikan kepastian pasokan, pemerintah langsung melakukan kunjungan kerja ke sejumlah negara kunci, seperti India dan Tiongkok, untuk mengamankan kontrak pasokan jangka panjang. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjamin ketersediaan cadangan BBM nasional tetap aman tanpa adanya kenaikan harga untuk BBM bersubsidi.
“Mulai besok kita akan ke beberapa negara seperti ke India, China untuk mendapat kepastian pasokan, kita akan cari kontrak jangka panjang,” ucapnya. (DIN/GIT)
Leave a comment