Home MIGAS Soal Pengadaan Crude Oil, Pemerintah Buka Opsi GtoG atau GtoB
MIGAS

Soal Pengadaan Crude Oil, Pemerintah Buka Opsi GtoG atau GtoB

Share
Soal Pengadaan Crude Oil, Pemerintah Buka Opsi GtoG atau GtoB
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Pemerintah bergerak cepat merespons dinamika geopolitik global yang belum menentu dengan memperkuat strategi ketahanan energi nasional. Sebagai langkah antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terkait pengadaan sumber energi, pemerintah membuka babak baru dalam sistem pengadaan minyak mentah (crude oil), Bahan Bakar Minyak (BBM), dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa skema pengadaan energi yang selama ini mengandalkan mekanisme Business-to-Business (BtoB) dengan tender panjang kerap menghadapi kendala persaingan pasar global. Oleh sebab itu pemerintah kini dapat menempuh jalur Government-to-Government (GtoG) maupun Government-to-Business (GtoB) melalui penugasan Badan Layanan Umum (BLU).

“Geopolitik masih belum menentu, tidak tahu kapan berakhir. Maka pemerintah Indonesia untuk segera melakukan langkah antisipasi alternatif hingga paling terjelek untuk tetap mendapatkan sumber energi,” ujar Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Sekolah di Kupang Dapat Suntikan Baru, Pertamina NRE Benahi Sanitasi SD Alak Kupang, Situsenergi.com Fasilitas sanitasi UPTD SD Negeri Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendapat perhatian baru. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyalurkan bantuan untuk memperbaiki sarana sanitasi yang digunakan siswa dan guru. Pertamina NRE menentukan bantuan tersebut setelah melakukan rapid assessment pada 25 September 2026. Tim perusahaan bertemu pihak sekolah sekaligus melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sebelum menentukan kebutuhan yang perlu mendapat dukungan. Berawal dari Cek Langsung ke Sekolah Penyerahan bantuan berlangsung di UPTD SD Negeri Alak pada Kamis (1/10/2026). Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dan Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Alak Marlin Koreh. John mengatakan perusahaan ingin memastikan program sosial memberikan manfaat yang benar-benar terasa bagi penerima. “Kami berharap bantuan ini dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih layak, bersih, dan nyaman bagi siswa maupun para guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” ujar John. Menurutnya, Pertamina NRE memilih bentuk bantuan berdasarkan kebutuhan yang perusahaan temukan langsung di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program tanggung jawab sosial perusahaan lebih relevan dan berkelanjutan. “Kami ingin setiap program CSR Pertamina NRE hadir berdasarkan kebutuhan masyarakat, sehingga manfaat yang diberikan benar-benar dapat dirasakan secara langsung,” tambah John. Sanitasi Jadi Perhatian Sri Nur Hidayati menilai fasilitas sanitasi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman. “Melalui bantuan ini, Pertamina NRE berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar di lingkungan sekolah, khususnya fasilitas sanitasi yang digunakan sehari-hari oleh siswa dan guru,” kata Sri. Bagi pihak sekolah, dukungan tersebut membantu meningkatkan kelayakan fasilitas yang menunjang aktivitas sehari-hari. Marlin Koreh menyampaikan apresiasi atas perhatian Pertamina NRE terhadap kondisi sarana sekolah. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pertamina NRE atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Perbaikan fasilitas sarana sekolah seperti ini sangat membantu sekolah dalam menyediakan sarana yang lebih layak dan nyaman bagi siswa maupun guru,” ujar Marlin. Pertamina NRE Kejar Manfaat yang Nyata Bantuan untuk SD Negeri Alak menjadi bagian dari komitmen Pertamina NRE dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan berbasis kebutuhan penerima manfaa

Langkah ini dinilai memberi keleluasaan bagi Indonesia untuk menjajaki pasokan energi dari pelbagai negara mitranya. Pasokan minyak mentah nasional kini diarahkan untuk dialihkan dari kawasan Timur Tengah, sementara impor LPG saat ini masih bergantung sebesar 80 persen dari Amerika Serikat. Adapun untuk pasokan Solar, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor, meski BBM jenis Pertalite (RON 90) serta RON 92, 95, dan 98 sebagian masih didatangkan dari luar negeri.

Guna memastikan kepastian pasokan, pemerintah langsung melakukan kunjungan kerja ke sejumlah negara kunci, seperti India dan Tiongkok, untuk mengamankan kontrak pasokan jangka panjang. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjamin ketersediaan cadangan BBM nasional tetap aman tanpa adanya kenaikan harga untuk BBM bersubsidi.

“Mulai besok kita akan ke beberapa negara seperti ke India, China untuk mendapat kepastian pasokan, kita akan cari kontrak jangka panjang,” ucapnya. (DIN/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bukan Sekadar Pink October, Mobil Mamografi Pertamina Sudah Layani 1.166 Perempuan Gratis

Jakarta, Situsenergi.com Ribuan perempuan Indonesia mulai merasakan manfaat layanan pemeriksaan kanker payudara...

Tak Mau Korbankan Industri Domestik, Ekspor Gas Bumi Ke Singapur Dipangkas

Jakarta, Situsenergi.com Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD...

Sumur PHR di Riau Cetak Produksi 1.246 BOPD, Tembus 5 Kali Target!

Jakarta, Situsenergi.com Kabar positif datang dari industri migas nasional. Sumur pengembangan Tiang...

Pertamina Gandeng Jepang, Teknologi Gas Ini Dibidik untuk Kurangi Ketergantungan LPG Impor

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina (Persero) menggandeng dua perusahaan Jepang, Yachiyo Engineering Co.,...