Cilacap, Situsenergi.com
Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengapresiasi kontribusi ibu-ibu pengelola bank sampah binaan Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap dalam mengumpulkan minyak jelantah yang berpotensi menjadi bahan baku energi ramah lingkungan, termasuk Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
Apresiasi tersebut disampaikan saat Gibran berdialog dengan para pengelola bank sampah di Gedung Patra Graha, Cilacap, Senin (26/10/2026). Menurutnya, kegiatan masyarakat dari lingkungan rumah tangga dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pengembangan energi nasional.
“Saya mengapresiasi peran ibu-ibu dan komunitas di Cilacap yang berkontribusi dalam pengelolaan minyak jelantah. Ini menunjukkan, kegiatan sederhana dari rumah bisa terhubung dengan inovasi energi nasional dan bermanfaat luas bagi masyarakat,” tuturnya.
Bank Sampah Mampu Kumpulkan 100 Kilogram Jelantah
Sri Widowati, pengelola Bank Sampah Beo Asri, menceritakan perkembangan kelompoknya sejak berdiri pada 2012. Awalnya, mereka berfokus memilah sampah organik dan anorganik sebelum memperluas kegiatan ke pengumpulan minyak jelantah setelah memperoleh edukasi pada 2023.
Dengan pendampingan Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, kelompok tersebut meningkatkan pengumpulan minyak jelantah hingga mencapai 100 kilogram per bulan.
“Dari mengumpulkan yang tadinya sebulan itu karena tidak serius, paling berapa bulan hanya dapat 30 liter. Namun akhirnya meningkat sampai sekarang satu bulan itu bisa sampai 100 kilogram,” papar Sri Widowati.
Sampah Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat
Wakil Direktur Utama I Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, menyebut sejumlah bank sampah mitra binaan di Cilacap, yakni Beo Asri, Abhipraya, Cahaya Asri, dan Moms Go Green.
Kelompok tersebut mengelola beragam sampah rumah tangga, mulai dari sisa makanan, daun, plastik, kertas, kardus, logam, hingga kaca. Mereka juga mengumpulkan minyak jelantah secara berkala untuk disalurkan kepada mitra pengelola.

Gibran menilai kegiatan ini turut memperkuat gotong royong sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Inisiatif tersebut juga mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, termasuk energi bersih, kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi, dan penanganan perubahan iklim. (*)
Leave a comment