Bojonegoro, situsenergi.com
PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) memperkuat upaya pencegahan stunting melalui program Ayo Cegah Stunting dan Pagi Sehat Senja Bahagia.
Program yang mendapat dukungan SKK Migas ini berjalan sejak 2022 dan pada 2025 menjangkau 375 penerima manfaat di lima desa sekitar wilayah operasi JTB. Penerima manfaat terdiri dari remaja, pasangan usia subur, ibu hamil, balita, serta kader posyandu.
PEPC JTB menjalankan program melalui edukasi gizi, pendampingan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, pemberian makanan tambahan, hingga penguatan kapasitas kader posyandu.
Pendekatan tersebut menyasar masa penting sejak remaja hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Selain itu, keluarga mendapat edukasi mengenai protein hewani, ASI eksklusif, MPASI bergizi, sanitasi, dan pola hidup sehat.
Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas ibu hamil di lima desa memiliki status gizi baik. Sementara itu, pendampingan terhadap balita sasaran juga menunjukkan perkembangan positif melalui pemantauan rutin dan intervensi gizi.

Manager Communication Relations & CID PEPC, Rahmat Drajat, mengatakan perusahaan ingin memastikan kehadiran operasi hulu migas memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“PEPC JTB ingin menegaskan komitmen kami untuk menghadirkan energi yang tidak hanya menggerakkan industri, tetapi juga menumbuhkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan siap menjadi modal pembangunan Indonesia di masa depan,” ujar Rahmat.

Program ini melibatkan pemerintah daerah, dinas kesehatan, puskesmas, pemerintah desa, kader posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat peran posyandu sebagai garda terdepan pencegahan stunting di tingkat desa. ***
Leave a comment