Jakarta, Situsenergi.com
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan komitmen memperkuat ekosistem hidrogen rendah karbon melalui kolaborasi bisnis, pengembangan rantai pasok, dan pertukaran pengetahuan di ajang Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026.
Dalam forum ini, perusahaan mendorong pemanfaatan biomassa sebagai bahan baku biohidrogen dan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (eSAF).
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan menyebut GHES 2026 menjadi momentum mempertemukan potensi bahan baku domestik dengan teknologi, investasi, dan pasar global.

“PLN EPI terus mengembangkan portofolio energi rendah karbon dengan mengoptimalkan sumber daya biomassa. Forum ini membuka jalan menuju implementasi nyata biohidrogen dan eSAF,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026).
Pada hari pertama, PLN EPI menandatangani MoU dengan eFuels SEA Pte. Ltd. asal Singapura untuk menjajaki rantai pasok hidrogen hijau lintas batas. Kerja sama ini mencakup kajian bahan baku, teknologi produksi, hingga peluang pemasaran energi bersih.
Direktur Biomassa Hokkop Situngkir menekankan peluang biomassa Indonesia sebagai fondasi industri hidrogen rendah karbon. Sementara itu, VP Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa Anita Puspita Sari memaparkan strategi pemanfaatan bioenergi menjadi biohidrogen guna mendukung dekarbonisasi sektor sulit dielektrifikasi.
GHES 2026 mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, dan investor untuk mempercepat pembentukan ekosistem hidrogen nasional.
“Kami menilai hidrogen berperan penting dalam dekarbonisasi sektor industri berat dan transportasi jarak jauh,” katanya.
Melalui forum ini, PLN EPI menegaskan peran sebagai penghubung potensi energi domestik dengan teknologi masa depan, sekaligus mendukung target Net Zero Emissions 2060. (DIN/GIT)
Leave a comment