Kutai Kartanegara, situsenergi.com
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menerima kunjungan kerja Danantara Asset Management (DAM) di Lapangan Senipah Peciko South Mahakam (SPS), Kalimantan Timur, untuk meninjau pengelolaan operasi hulu migas yang menopang ketahanan energi nasional.
Kunjungan yang dipimpin Komisaris Utama DAM Rabin Indrajad Hattari itu meninjau langsung strategi PHM dalam menjaga keberlanjutan produksi melalui peningkatan efisiensi, keandalan operasi, keselamatan kerja, serta kepatuhan terhadap aspek lingkungan.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, mengatakan perusahaan mengandalkan strategi investasi selektif dan efisiensi biaya agar operasi tetap bernilai di tengah tantangan industri migas.
“Bisnis yang dikelola PHI Regional 3 Kalimantan merupakan non renewable business. Karena itu, kami harus mempertimbangkan tingkat keekonomian produksi agar operasi terus memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat,” ujarnya.
Direktur Pengembangan dan Produksi PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Mery Luciawaty, menjelaskan sebagian besar fasilitas produksi telah memasuki fase mature field. Kondisi tersebut mendorong perusahaan memperkuat revitalisasi sumur dan fasilitas penunjang untuk menjaga keandalan produksi.
“Tantangan utama kami adalah menjaga integritas aset karena sebagian besar fasilitas produksi telah memasuki fase mature,” kata Mery.

Sementara itu, Rabin Indrajad Hattari menegaskan DAM menjalankan fungsi pengawasan guna mendukung pengelolaan operasi migas yang lebih efektif dan efisien. Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu memaksimalkan kontribusi sektor hulu migas bagi ketahanan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi. ***
Leave a comment