Bali, situsenergi.com
Pertamina memastikan kualitas layanan SPBU di Bali tetap sesuai standar. Untuk itu, Dewan Komisaris Pertamina turun langsung meninjau sejumlah SPBU di Kota Denpasar pada 31 Mei hingga 1 Juni 2026.
Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan menegaskan Bali merupakan etalase wisata dunia. Karena itu, Pertamina ingin memastikan ketersediaan stok BBM, kondisi fasilitas, serta kualitas pelayanan di SPBU yang berada di pusat aktivitas masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Iriawan meminta pengelola SPBU meningkatkan perhatian terhadap kebersihan dan lingkungan. Ia juga mengingatkan operator agar memberikan pelayanan ramah melalui senyum dan sapaan sehingga masyarakat merasa lebih nyaman saat bertransaksi.
Sementara itu, Komisaris Independen Pertamina Condro Kirono menyoroti tingginya minat masyarakat menggunakan BBM non-subsidi. Berdasarkan pengamatannya, pengendara sepeda motor maupun kendaraan lain terlihat mengantre untuk mengisi Pertamax dan Pertamax Turbo.

Menurut Condro, sosialisasi mengenai keunggulan BBM non-subsidi perlu terus diperkuat. Langkah tersebut penting agar masyarakat, komunitas otomotif, dan dealer semakin memahami manfaat bahan bakar berkualitas bagi performa serta efisiensi mesin.
Selain pelayanan, Condro juga mendorong pengelola SPBU mengoptimalkan pemanfaatan area yang tersedia. Ia menilai pengembangan tenant usaha seperti kedai kopi dan pusat belanja dapat meningkatkan pendapatan sekaligus menarik lebih banyak pengunjung.
Di sisi lain, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, mengaku menerima banyak masukan dari hasil kunjungan tersebut. Masukan itu mencakup standar layanan, keselamatan kerja, service excellence, hingga keandalan pasokan energi.

Iwan menegaskan seluruh evaluasi akan menjadi dorongan bagi Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus untuk terus memperbaiki kualitas layanan. Dengan begitu, masyarakat Bali dapat memperoleh pelayanan energi yang semakin optimal di masa mendatang. (*)
Leave a comment