Jakarta, Situsenergi.com
PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) bersama PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di area operasional PTBA.
Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan menegaskan kerja sama ini sebagai momentum penting bagi transformasi bisnis energi. Langkah ini menjadi bagian dari sinergi BUMN untuk mempercepat transisi energi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah berkelanjutan.
“Sinergi ini menjadi milestone strategis bagi PTBA dalam percepatan transformasi bisnis energi, penguatan portofolio EBT, dan peningkatan kontribusi pendapatan energi masa depan,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto menekankan pemanfaatan lahan pascatambang sebagai pusat energi hijau. Salah satu problem PLTS adalah penyediaan lahan, nah di sisi lain kami banyak lahan pascatambang yang direklamasi.

“Kami ada ribuan hektar, mungkin lebih dari 250 Ha yang siap digunakan,” ulasnya.
Selain mengembangkan proyek hilirisasi batubara seperti Coal to DME, SNG dan Kalium Humat yang memberikan nilai tambah, PTBA juga terus memperluas pengembangan bisnis energi baru terbarukan, dimana total portfolio PLTS telah mencapai 1,2 MWp.
PTBA berharap sinergi ini dapat memperkuat ekosistem green business, menekan emisi karbon, serta membuka peluang pendanaan hijau di masa depan. (DIN/GIT)
Leave a comment