Jakarta, Situsenergi.com
PT Pertamina Hulu Indonesia mencatat lonjakan produksi migas pada Triwulan I 2026. Perusahaan berhasil memproduksi minyak sebesar 60,44 ribu barel per hari dan gas mencapai 619 juta standar kaki kubik per hari.
Capaian tersebut melampaui target produksi tahun berjalan. Produksi minyak tercatat mencapai 120 persen dari target, sementara produksi gas menyentuh 105 persen.
Direktur Utama PHI, Sunaryanto, mengatakan perusahaan terus memperkuat investasi di sektor eksplorasi dan eksploitasi demi menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.
“Kami terus berinvestasi dalam eksplorasi dan eksploitasi demi keberlanjutan produksi migas yang penting bagi ketahanan energi Indonesia,” kata Sunaryanto dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).

PHI juga mencatat performa positif dalam aspek keselamatan kerja. Hingga akhir Triwulan I 2026, perusahaan membukukan nihil fatalitas dan nihil Lost Time Incident dengan total 57,36 juta jam kerja selamat.
Menurut Sunaryanto, inovasi teknologi menjadi strategi utama untuk menahan penurunan produksi di lapangan migas mature, khususnya di wilayah Kalimantan.
Anak usaha PHI menerapkan metode High Pour Point Oil (HPPO) di Lapangan Handil, Mutiara, dan Pamaguan. Selain itu, teknologi Permanent Coiled Tubing Gas Lift (PCTGL) juga diterapkan di Louise, Samboja, dan Mutiara.
Program Handil Rejuvenation bahkan berhasil mendongkrak produksi hingga lima persen. Sementara proyek Sisi Nubi AOI ikut menambah kapasitas produksi gas perusahaan.
Kontribusi tambahan juga datang dari Lapangan Kerindingan, Sapi, dan sumur sisipan lepas pantai Kalimantan Timur. PHI menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan produksi migas sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional berbasis prinsip ESG. (DIN/GIT)
Leave a comment