Home MIGAS Harga Minyak Nge-Gas Lagi, Brent Dekati Level USD80 Per Barel
MIGAS

Harga Minyak Nge-Gas Lagi, Brent Dekati Level USD80 Per Barel

Share
Tertinggi Sejak 2008, Harga Minyak Brent Tembus USD130 Per Barel
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Harga minyak menguat, Rabu, setelah data pemerintah menunjukkan persediaan minyak mentah dan bahan bakar Amerika turun pekan lalu, mengimbangi kekhawatiran bahwa meningkatnya kasus virus korona dapat mengurangi permintaan.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup naik 29 sen menjadi USD79,23 per barel. Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), meningkat 58 sen menjadi menetap di USD76,56 per barel. Demikian mengutip laporan  Reuters,  di New York, Rabu (29/12/2021) atau Kamis (30/12/2021) pagi WIB.

Di Amerika Serikat, jumlah rata-rata kasus virus korona yang dikonfirmasi setiap hari mencapai rekor tertinggi 258.312 selama tujuh hari terakhir, menurut penghitungan Reuters, Rabu.

Kedua kontrak berjangka itu sebelumnya diperdagangkan pada level tertinggi dalam sebulan setelah data pemerintah AS menunjukkan persediaan minyak yang lebih rendah.

Persediaan minyak mentah menyusut 3,6 juta barel, pekan lalu, menjadi 420 juta barel, dibandingkan ekspektasi analis dalam jajak pendapat  Reuters  untuk penurunan 3,1 juta barel.

Stok bensin AS turun 1,5 juta barel selama periode yang sama menjadi 222,66 juta barel, dibandingkan ekspektasi analis dalam jajak pendapat  Reuters  untuk kenaikan 0,5 juta barel.

Stok sulingan berkurang 1,7 juta barel menjadi 122,43 juta barel, dibandingkan ekspektasi untuk kenaikan 0,2 juta barel, menurut data Badan Informasi Energi (EIA) Amerika.

“Terjadi penarikan di seluruh papan yang tentu saja mendukung pasar,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC, New York.

Harga minyak didukung oleh Ekuador, Libya dan Nigeria yang menyatakan  force majeure  bulan ini pada bagian dari produksi minyak mereka karena masalah pemeliharaan dan penutupan ladang minyak.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan kelompok produsen OPEC Plus menolak desakan dari Washington untuk mendongkrak produksi karena ingin memberikan pasar dengan panduan yang jelas dan tidak menyimpang dari kebijakan peningkatan produksi secara bertahap.

Investor menantikan pertemuan OPEC Plus pada 4 Januari, ketika aliansi itu akan memutuskan apakah bakal melanjutkan dengan rencana peningkatan produksi 400.000 barel per hari pada Februari.

Pada pertemuan terakhirnya, OPEC Plus tetap pada rencananya untuk meningkatkan produksi untuk Januari meski terjadi lonjakan penyebaran varian Omicron. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Terminal BBM Palaran Dikebut, SOFYANO ZAKARIA: Patra Niaga Jangan Berhenti Di Kaltim Daerah Lain Harus Menyusul

Jakarta, situsenergi.com Pembangunan Terminal Terpadu Palaran di Samarinda, Kalimantan Timur, oleh PT...

Elnusa Gaspol Bangun Terminal Palaran, Progres Proyek Energi Lampaui Target

Jakarta, situsenergi.com PT Elnusa Tbk bersama Pertamina Patra Niaga mempercepat pembangunan Terminal...

PHR Gaspol Produksi Migas, EPF Baru di Libo GS Resmi Beroperasi

LIBO, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan resmi mengoperasikan Early...

CCS Indonesia Makin Ngebut, PHE Bidik Peluang Ekonomi Baru dari Karbon

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mempertegas langkah dekarbonisasi lewat pengembangan...