Home LISTRIK PSEL Bekasi Meledak! 500 Ribu Ton Sampah Diubah Jadi Listrik untuk 55 Ribu Rumah
LISTRIK

PSEL Bekasi Meledak! 500 Ribu Ton Sampah Diubah Jadi Listrik untuk 55 Ribu Rumah

Share
PSEL Bekasi Meledak! 500 Ribu Ton Sampah Diubah Jadi Listrik untuk 55 Ribu Rumah
Suasana peresmian pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi yang dilakukan dengan pembuangan sampah secara simbolis di Bantargebang, pada Rabu (26/8).
Share

Jakarta, situsenergi.com

Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi memasuki babak baru. PLN meneken Sponsors Agreement dan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut.

PSEL Bekasi diproyeksikan mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun. Jumlah itu setara sekitar 70% timbulan sampah terolah di Kota Bekasi.

Proyek bernilai sekitar Rp3 triliun tersebut memiliki kapasitas netto 27,4 MW. Fasilitas ini juga diperkirakan menghasilkan 223.584 MWh listrik per tahun.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan listrik dari fasilitas tersebut akan kembali mengalir untuk memenuhi kebutuhan warga Bekasi.

“Sampah Kota Bekasi masuk ke sini (PSEL), kemudian listrik yang dihasilkan kita pasok kembali ke Kota Bekasi,” ujar Darmawan.

Sampah Berubah Jadi Energi Bersih

PSEL Bekasi juga menargetkan pengurangan emisi sekitar 640 ribu ton setara CO₂ per tahun. Selain itu, fasilitas tersebut dapat memangkas kebutuhan lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hingga 90%.

Dalam agenda peresmian pembangunan PSEL di Kota Bekasi, Bantargebang, Rabu (26/8), Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa PLN menyiapkan energi listrik yang dihasilkan oleh PSEL Kota Bekasi dapat dimanfaatkan kembali untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah tersebut. Dengan demikian, sampah yang ditangani melalui PSEL tidak hanya membantu mengurangi persoalan lingkungan, tetapi juga menghasilkan energi yang dapat kembali dimanfaatkan masyarakat setempat.

Proyek ini juga berpotensi menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau. Sementara produksi listriknya setara kebutuhan sekitar 55 ribu rumah tangga dengan asumsi daya 450 VA.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai penyederhanaan aturan menjadi kunci percepatan proyek waste to energy.

“Dari sini tinggal tiga aturan,” kata Zulkifli.

Darmawan menegaskan tujuan utama PSEL bukan sekadar menghasilkan listrik. Menurutnya, fasilitas tersebut harus menghadirkan lingkungan yang lebih bersih bagi masyarakat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam agenda Peresmian Pembangunan PSEL Kota Bekasi, pada Rabu (26/8), menyampaikan bahwa pembangunan PSEL juga perlu diiringi perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Ia menekankan pentingnya menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan agar penanganan persoalan sampah dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.

“Produk utamanya bukan listrik, tapi produk utamanya adalah lingkungan yang bersih. Listrik hanyalah by-product,” tuturnya. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PLN Sabet Dua Gelar di CX100 Award 2026, Servis Jadi Senjata Baru BUMN!

Jakarta, Situsenergi.com PT PLN (Persero) mengantongi dua pencapaian sekaligus dalam ajang Danantara...

Kajian Sosial Proyek Gasifikasi Di Kupang Dimulai

Jakarta, Situsenergi.com PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) resmi memulai kajian...

PLN Buka Peluang Cuan Baru untuk Koperasi Desa, 107 KDKMP Sudah Gabung!

Sukoharjo, Situsenergi.com Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini punya peluang menambah sumber...

PLN Group Borong 4 Penghargaan ASEAN, Hidrogen Hijau Jadi Andalan!

Jakarta, Situsenergi.com Inovasi energi bersih PT PLN (Persero) mencuri perhatian di tingkat...