Home MIGAS Terminal BBM Palaran Dikebut, SOFYANO ZAKARIA: Patra Niaga Jangan Berhenti Di Kaltim Daerah Lain Harus Menyusul
MIGAS

Terminal BBM Palaran Dikebut, SOFYANO ZAKARIA: Patra Niaga Jangan Berhenti Di Kaltim Daerah Lain Harus Menyusul

Share
Terminal BBM Palaran Dikebut, SOFYANO ZAKARIA: Patra Niaga Jangan Berhenti Di Kaltim Daerah Lain Harus Menyusul
Share

Jakarta, situsenergi.com

Pembangunan Terminal Terpadu Palaran di Samarinda, Kalimantan Timur, oleh PT Pertamina Patra Niaga bersama PT Elnusa Tbk mendapat apresiasi dari Pengamat Kebijakan Energi Sofyano Zakaria. Menurutnya, pembangunan infrastruktur penyimpanan dan distribusi BBM tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan sekaligus kedaulatan energi nasional.

Proyek Terminal Terpadu Palaran telah memasuki tahap konstruksi setelah dilakukan pemasangan tiang pancang perdana pada 26 Agustus 2026. Hingga 25 Agustus 2026, progres pembangunan bahkan disebut telah melampaui target yang ditetapkan.

Terminal tersebut nantinya memiliki 12 tangki penyimpanan BBM dengan total kapasitas 37.500 kiloliter. Fasilitas juga dilengkapi jetty 7.500 DWT, jaringan perpipaan, truck loading, Terminal Automation System (TAS), serta fasilitas kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkungan (HSSE).

Sofyano menilai pembangunan Terminal Palaran bukan sekadar proyek bisnis korporasi, tetapi bagian penting dari pembangunan infrastruktur energi nasional.

“Ini langkah yang sangat tepat dan harus didukung. Ketahanan energi tidak mungkin dibangun hanya dengan memastikan ketersediaan BBM, tetapi juga membutuhkan infrastruktur penyimpanan dan distribusi yang memadai, tersebar dan berada sedekat mungkin dengan pusat-pusat kebutuhan energi,” ujar Sofyano.

Menurutnya, posisi Kalimantan Timur menjadi semakin strategis seiring berkembangnya kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena itu, keberadaan terminal BBM dengan kapasitas besar akan memberikan fleksibilitas lebih tinggi bagi Pertamina Patra Niaga dalam mengamankan pasokan energi di wilayah tersebut.

Namun, Sofyano mengingatkan pembangunan terminal energi jangan berhenti di Palaran.

Ia mendesak Pertamina Patra Niaga segera mempercepat pembangunan terminal BBM sekaligus LPG di wilayah-wilayah yang secara geografis dan strategis membutuhkan penguatan infrastruktur energi, termasuk Sibolga, Sumatera Utara, serta berbagai wilayah lainnya.

“Saya sangat mendukung pembangunan Palaran. Tetapi setelah Palaran, harus ada Palaran-Palaran berikutnya di daerah lain. Salah satunya Sibolga. Kita tidak boleh menunggu terjadi persoalan pasokan baru kemudian membangun terminal,” tegasnya.

Menurut Sofyano, ketahanan energi nasional harus dibangun dengan pendekatan antisipatif. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan karakter geografis yang sangat beragam. Ketergantungan terhadap jalur distribusi yang terlalu panjang tanpa dukungan fasilitas penyimpanan yang memadai dapat meningkatkan risiko gangguan pasokan ketika terjadi cuaca ekstrem, gangguan transportasi maupun kondisi darurat lainnya.

“Terminal BBM dan LPG adalah bagian dari infrastruktur strategis negara. Semakin kuat dan tersebar infrastrukturnya, semakin kuat pula kemampuan kita menghadapi gangguan pasokan,” katanya.

Ia juga menilai pembangunan terminal di berbagai daerah dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok karena distribusi tidak harus selalu bergantung pada pengiriman dari titik yang jauh.

Bagi Sofyano, langkah Pertamina Patra Niaga melalui Terminal Palaran menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur energi harus terus bergerak mengikuti pertumbuhan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ekonomi wilayah.

“Patra Niaga harus berani berpikir jauh ke depan. Jangan hanya membangun ketika kebutuhan sudah mendesak. Bangun sekarang untuk kebutuhan hari ini sekaligus mempersiapkan kebutuhan Indonesia 10, 20 bahkan 30 tahun ke depan,” ujarnya.

Ia berharap percepatan pembangunan Terminal Palaran menjadi momentum bagi Pertamina Patra Niaga untuk menyusun dan merealisasikan peta jalan pembangunan terminal BBM dan LPG secara lebih agresif di seluruh wilayah strategis Indonesia.

“Kalau kita ingin benar-benar mewujudkan kedaulatan dan ketahanan energi nasional, maka infrastruktur energi harus kuat, cukup, tersebar dan berada dalam kendali negara. Palaran adalah langkah yang baik. Sekarang waktunya memperbanyak langkah serupa di Sibolga dan wilayah strategis lainnya,” pungkas Sofyano.(Ebs)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Elnusa Gaspol Bangun Terminal Palaran, Progres Proyek Energi Lampaui Target

Jakarta, situsenergi.com PT Elnusa Tbk bersama Pertamina Patra Niaga mempercepat pembangunan Terminal...

PHR Gaspol Produksi Migas, EPF Baru di Libo GS Resmi Beroperasi

LIBO, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan resmi mengoperasikan Early...

CCS Indonesia Makin Ngebut, PHE Bidik Peluang Ekonomi Baru dari Karbon

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mempertegas langkah dekarbonisasi lewat pengembangan...

Pertamina Hulu Indonesia Gebrak Konservasi Orang Utan, 600 Ribu Pohon Ditanam di Kalimantan

Balikpapan, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) memperkuat konservasi orang utan di...