Home MIGAS Minyak Melejit, Brent dan WTI Sentuh Level Tertinggi Dua Tahun
MIGAS

Minyak Melejit, Brent dan WTI Sentuh Level Tertinggi Dua Tahun

Share
Minyak Melejit, Brent dan WTI Sentuh Level Tertinggi Dua Tahun
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Harga minyak dunia melesat ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun dalam perdagangan yang bergejolak, Kamis, di tengah optimisme permintaan yang kuat setelah klaim pengangguran terbaru di Amerika jatuh ke tingkat terendah sejak gelombang pertama Covid-19 terjadi.

Pasar juga mengesampingkan kejatuhan singkat setelah laporan media menyebutkan Amerika Serikat mencabut sanksi terhadap pejabat minyak Iran.

Departemen Keuangan AS kemudian mengatakan telah menghapus sanksi terhadap tiga mantan pejabat Iran dan dua perusahaan yang sebelumnya terlibat dalam perdagangan produk petrokimia Iran.

Dikutip dari Reuters, Jumat (11/6), Pejabat Amerika mengatakan bahwa kegiatan itu “rutin” dan tidak terkait dengan perundingan dengan Iran dalam upaya menghidupkan kembali kesepakatan 2015 untuk membatasi pengembangan senjata nuklirnya.

Berdasarkan laporan Reuters, Kamis (10/6) waktu setempat atau Jumat (11/6) pagi WIB, minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup naik 30 sen, atau 0,4 persen, menjadi USD72,52 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), patokan Amerika Serikat, meningkat 33 sen, atau 0,5 persen, menjadi USD70,29 per barel. Itu adalah penutupan tertinggi untuk Brent sejak Mei 2019, dan WTI sejak Oktober 2018.

Jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran merosot pekan lalu ke level terendah dalam hampir 15 bulan, sementara indeks harga konsumen meningkat pada periode Mei karena cengkeraman pandemi terhadap ekonomi terus mereda.

“Data pengangguran dan tenaga kerja baru-baru ini yang dipublikasikan di (Amerika Serikat) adalah tanda yang positif bahwa pemulihan di negara itu semakin cepat,” ujar Louise Dickson, analis Rystad Energy.

“Lebih banyak aktivitas bisnis berarti lebih banyak konsumsi energi, dan ekonomi yang lebih baik merupakan prasyarat yang dibutuhkan untuk meningkatkan lalu lintas darat dan udara.”

Organisasi Negara Eksportir Minyak mengatakan permintaan minyak akan naik 6,6 persen, atau 5,95 juta barel per hari (bph), tahun ini. Perkiraan bulanan itu tidak berubah untuk bulan kedua berturut-turut.

“Harga minyak masih bergerak lebih tinggi. Prospek permintaan terus menguat dan pasokan tidak selalu mengikuti,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC, New York.

Namun, Kilduff mencatat, bahwa pasar “telah memperhitungkan dengan sempurna dalam kondisi relatif ketat,” dan mengatakan penurunan harga yang singkat pada pertengahan sesi Kamis menunjukkan apa yang dapat terjadi jika Iran atau OPEC Plus menambahkan lebih banyak barel ke pasokan global.

OPEC Plus adalah aliansi antara OPEC dan produsen lain termasuk Rusia.
Analis mengatakan Iran dapat menyediakan sekitar 1 juta hingga 2 juta barel per hari (bph) dalam pasokan minyak tambahan jika kesepakatan tercapai dan sanksi dicabut. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PHR Bongkar Kinerja 2025! Produksi Migas Tembus 157 Ribu BOEPD, Laba Nyaris USD 900 Juta

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memamerkan sederet capaian penting sepanjang...

Sumur GNK-PD28 Lampaui Target, Pertamina Drilling Catat Produksi hingga 2.184 Barel per Hari

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mencatat capaian baru melalui...

Produksi Migas PHI Lampaui Target RKAP 2025, Catat Rekor Tertinggi dalam Lima Tahun

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatat kinerja produksi minyak dan...

Iriawan Ingatkan Pertamina Waspadai Risiko Global, Ketahanan Energi Jadi Prioritas

Jakarta, Situsenergi.com Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, meminta seluruh lini...