Home ENERGI Manufaktur Jepang Bikin Ambruk, Bikin Harga Minyak Dunia Anjlok
ENERGI

Manufaktur Jepang Bikin Ambruk, Bikin Harga Minyak Dunia Anjlok

Share
Share

Melbourne, SitusEnergy.com

Data manufaktur Jepang yang terungkap ke publik, mendorong melemahnya harga minyak dunia pada Selasa pagi (30/6/2020). Manufaktur Jepang sendiri sebetulnya bukan faktor penggerak pasar, namun dalam situasi seperti sekarang ini, kondisi tersebut memang sangat mempengaruhi dan memicu kekhawatiran pedagang atas pemulihan permintaan bahan bakar ketika pembatasan pandemi virus korona dilonggarkan.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), patokan Amerika Serikat, sempat diperdagangkan lebih tinggi kemudian turun 38 sen, atau 1%, menjadi USD39,32 per barel pada pukul 07.38 WIB, setelah melonjak 3% pada sesi Senin, dikutip dari laporan Reuters,  di Melbourne, Selasa (30/6/2020).

Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman September, menyusut 32 sen, atau 0,8%, menjadi USD41,53 per barel, mengupas kenaikan 69 sen pada penutupan Senin. Tidak ada perdagangan kontrak Agustus, yang berakhir Selasa.

“Data produksi industri Jepang yang dirilis pagi ini dapat menghapus pergerakan semalam,” kata analis CMC Markets, Michael McCarthy.

Jepang melaporkan output industri untuk periode Mei turun 8,4% dari bulan sebelumnya, dibandingkan proyeksi pasar untuk pelemahan 5,6%.

Optimisme Senin didasarkan pada pertumbuhan yang kuat dalam angka  pending home sales  di Amerika, memperkuat keyakinan bahwa permintaan bahan bakar global terus meningkat karena ekonomi utama dibuka kembali setelah penguncian virus corona.

Sementara, Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC +, mematuhi komitmen pengurangan produksi.

Pasar akan mencari lebih banyak tanda-tanda pemulihan permintaan dalam data kelompok industri American Petroleum Institute yang dirilis Selasa, dan Badan Informasi Energi, Amerika, sehari berselang.

Jajak pendapat pendahuluan  Reuters  menunjukkan analis memperkirakan stok minyak mentah AS turun dari rekor tertinggi pekan lalu dan persediaan bensin menyusut untuk minggu ketiga berturut-turut. (SNU/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PTBA dan PNRE Jajaki PLTS di Lahan Pascatambang

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) bersama PT Pertamina New...

KII Gandeng OMS Italia, Industri Valve Nasional Siap Naik Kelas Lewat Alih Teknologi

Cikarang, situsenergi.com PT Katup Industri Indonesia (KII) memperkuat langkahnya di industri manufaktur...

Penyesuaian Regulasi Harga LNG Diperlukan Demi Jaga Daya Saing Industri Nasional

Jakarta, situsenergi.com Lonjakan harga LNG global menekan pasar energi dunia. Kerusakan fasilitas...

PTBA Tebar Dividen Jumbo Rp1,32 Triliun, Pemegang Saham Auto Cuan!

Jakarta, situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memutuskan membagikan dividen tunai...