Home MIGAS Proyek Gas PHM Tuntas! WPN-5 Onstream, Sumur NB-501 Semburkan 6,12 MMSCFD
MIGAS

Proyek Gas PHM Tuntas! WPN-5 Onstream, Sumur NB-501 Semburkan 6,12 MMSCFD

Share
Proyek Gas PHM Tuntas! WPN-5 Onstream, Sumur NB-501 Semburkan 6,12 MMSCFD
Share

JAKARTA, situsenergi.com

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencetak capaian penting dalam pengembangan gas nasional. Proyek Pengembangan Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) 1-3-5 kini rampung setelah Platform WPN-5 mulai beroperasi pada 24 Agustus 2026.

Beroperasinya platform terakhir tersebut langsung membuka produksi Sumur NB-501. Setelah menjalani peningkatan produksi bertahap atau ramp up, sumur itu mencapai 6,12 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).

Capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi PHM dalam menjaga pasokan gas dari Wilayah Kerja (WK) Mahakam. Apalagi, proyek ini menjadi bagian dari strategi mempertahankan produksi dari lapangan migas mature.

Enam Platform Kini Beroperasi

Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Muharram Jaya Panguriseng mengatakan pengembangan lapangan tetap menjadi fokus perusahaan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi.

“Di PHI, kami terus berinvestasi dalam pengembangan lapangan migas, seperti pada proyek PHM SNB AOI 1-3-5, sejalan dengan visi dan misi Perusahaan, serta komitmen PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Pertamina (Persero) selaku subholding upstream dan holding untuk menyediakan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia,” jelas Muharram.

WPN-5 menjadi platform keenam sekaligus terakhir dalam proyek tersebut. Sebelumnya, PHM mengoperasikan WPS-4 pada 4 Desember 2025, WPS-5 pada 21 Februari 2026, WPN-7 pada 23 Maret 2026, WPN-6 pada 5 Juni 2026, dan WPN-8 pada 5 Juli 2026.

Dengan seluruh platform beroperasi, fasilitas produksi Lapangan Sisi Nubi kini semakin lengkap.

Gunakan Teknologi, Pangkas Waktu Instalasi

Proyek SNB AOI 1-3-5 mencakup enam jacket, enam topside, tiga extension platform, 18 riser, serta sekitar 22 kilometer pipa bawah laut.

Pembangunan proyek membutuhkan sekitar 11 ribu metrik ton baja. PHM juga menerapkan teknologi Suction Pile Foundation untuk memasang fondasi baja ke dasar laut dengan memanfaatkan tekanan.

Teknologi tersebut memangkas waktu pemasangan jacket dari sekitar dua minggu menjadi hanya lima hari. PHM tetap menjaga aspek keselamatan dan kualitas selama proses tersebut.

“Pencapaian ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi dan inovasi, didukung budaya keselamatan serta kolaborasi yang kuat, dapat menghasilkan proyek yang andal untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Muharram.

Sumur NB-502 Menyusul

Setelah WPN-5 beroperasi, PHM masih melanjutkan pengembangan Sumur NB-502. Tim Well Intervention kini memasang sand screen untuk mengendalikan pasir dari formasi dan menjaga keandalan produksi.

Setelah proses itu selesai, sumur akan memasuki tahap Put on Production (POP). Tingkat produksinya akan mengikuti prognosis serta batas operasi mechanical screen agar produksi tetap aman dan optimal.

Selain meningkatkan produksi gas, proyek ini juga menciptakan multiplier effect melalui keterlibatan tenaga kerja lokal dan pemanfaatan industri nasional.

PHM menjalankan operasi hulu migas di WK Mahakam, Kalimantan Timur, dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan juga terus mendorong inovasi dan teknologi untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional. ***

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pertamina Bongkar Jurus Baru! Bisnis Energi Lama dan Hijau Digenjot Bareng

JAKARTA, Situsenergi.com Pertamina membawa strategi besar menghadapi tantangan energi Indonesia ke IdeaFest...

PHR Sabet Gold Award EPSA 2026! Teknologi Hijau Jadi Senjata Pulihkan Lahan Tercemar

JAKARTA, Situsenergi.con PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sukses mencuri perhatian di ajang...

PHE Sabet Impact Masters Awards 2026, Komitmen ESG Makin Ngebut

JAKARTA, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) kembali mencuri perhatian lewat kiprahnya...

Jerami Jadi Cuan! Pertamina Sulap Limbah Karawang Jadi Mesin Ekonomi Warga

KARAWANG, Situsenergi.com Jerami yang dulu kerap dibakar kini punya nilai ekonomi di...