Home ENERGI SKK Migas Minta KKKS Bisa Sikapi Anjloknya Harga Minyak Mentah Dunia
ENERGI

SKK Migas Minta KKKS Bisa Sikapi Anjloknya Harga Minyak Mentah Dunia

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) meminta Kontraktor Kontrak Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk meningkatkan berbagai upaya efisiensi dan segera mengatur strategi khusus untuk menghadapi anjloknya harga minyak dunia. Tercatat harga minyak dunia anjlok hingga menyentuh level terendah dalam 18 tahun terakhir. Harga minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI) turun ke level USD20,06 per barel. Untuk harga minyak mentah berjangka Brent turun menjadi USD24,52 per barel.
Julius Wiratno, Deputi Operasi SKK Migas, mengatakan saat ini setiap perusahaan harus melakukan evaluasi dan screening terhadap berbagai program serta meningkatkan efisiensi dalam kegiatan operasinya. Salah satu yang segera bisa dilakukan adalah dengan melakukan upaya renegosiasi kontrak-kontrak kerja dengan para mitra usahanya.
“Kita harus screening program kerja mana yang prioritas, dan juga melakukan efisiensi biaya operasi, termasuk di dalamnya adalah renegosiasi kontrak-kontrak yang sedang berjalan. Semua lagi pada atur strategi dan reposisi prioritas,” kata Julius dalam keterangannya, Kamis (19/3).
Julius memaklumi KKKS dalam kondisi sekarang ini sedang dalam kondisi sulit. Berbagai strategi diminta segera dilakukan agar pengaruh terhadap investasi dan target capaian lifting migas nasional tidak terlalu besar.
“Begitulah arahannya dan selaras dengan strategi-strategi yang memang harus diterapkan oleh para KKKS yang semakin suffer pada kondisi saat ini,” katanya.
Diakuinya virus covid-19 membuat banyak pemesanan minyak mentah dibatalkan. Ini menambah rentetan tekanan terhadap harga minyak dunia setelah sebelumnya terjadi perang dagang antara Arab Saudi dan Rusia sejak awal Maret lalu. Untuk itu KKKS fokus kepada program yang sudah dicanangkan jika ingin bertahan.
“Kita pilah-pilah dan cermati terus perkembangannya. Yang jelas yang harus dilakukan efisiensi besar-besaran dan prioritize the work program, kalau mau sustain. Masing-masing KKKS punya kebijakan dan strategi, sesuai guidance kita,” pungkas Julius. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Transformasi RSPP, Danantara Siapkan Rp581 Miliar

Jakarta, Situsenergi.com BP BUMN dan Danantara mendorong transformasi Rumah Sakit Pusat Pertamina...

PGE Bukukan Laba Bersih US$79,6 Juta pada Semester I 2026

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan...

Karhutla Mengintai, Pertamina EP Perkuat Warga Bunyu Hadapi Api

Pulau Bunyu, Situsenergi.com Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pertamina EP...

MENYOAL RENCANA PEMBENTUKAN BLU SEKTOR ENERGI (1)

Marwan Batubara, IRESS Bulan Agustus 2026 lalu beredar naskah Rancangan Peraturan Presiden...