Home ENERGI Garuda Harus Bayar Hutang Avtur ke Pertamina
ENERGIOPINI

Garuda Harus Bayar Hutang Avtur ke Pertamina

Share
Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Kisruh soal mahalnya tiket pesawat masih terus berlanjut. Pernyataan kontroversi dari Dirut Garuda bahwa kenaikan tiket karena harga Avtur Pertamina yang tidak kompetitif disesalkan banyak pihak. “Pernyataan tersebut cenderung tendensius dan memojokan Pertamina. Jika avtur dijadikan sebagai komponen tertinggi biaya operasional, sangat tidak fair karena di dalam komponen perhitungan harga tiket, biaya bahan bakar hanya dikenakan sebesar 26% dari harga tiket,” kata Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan dalam pesan singkatnya yang diterima situsenergy.com di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Menurut Mamit, untuk biaya avtur sendiri, sebagai Negara yang termasuk net importir minyak, Indonesia menetapkan harga yang cukup kompetitif dibandingkan dengan Negara lain.

“Sebagai perbandingan, harga per barrel avtur di Bandara Internasional Soekarno Hatta sebesar US$ 107,7 dibandingkan dengan  bandara King Abdul Aziz Arab Saudi yang mencapai US$ 112, padahal Arab Saudi terkenal sebagai Negara penghasil minyak Dunia, bukan Nett Importir Minyak,” papar Mamit.

Lebih jauh ia meminta Dirut Garuda untuk sadar, bahwa selama ini Pertamina sangat mensupport mereka terkait dengan pengadaan Avtur ini. “Pertamina memberikan diskon yang cukup besar kepada Garuda karena melihat sebagai sesama BUMN harus saling bersinergi satu sama lain,” ungkapnya.

“Bahkan sampai saat ini, Garuda masih berhutang pembayaran Avtur kepada Pertamina dengan jumlah yang cukup fantastis yakni sebesar Rp 3.2 triliun. Jelas sikap ini bagaikan susu dibalas oleh air tuba,” ketusnya.

Garuda, kata dia, seakan tidak berterima kasih atas apa yang sudah diberikan oleh Pertamina. Oleh karena itu, alangkah lebih bijaknya jika Garuda memenuhi kewajiban mereka kepada Pertamina dengan membayar hutang tersebut daripada memojokan Pertamina. “Tidak layak dan tidak pantas jika Pertamina jadi tempat bergantungnya hutang Garuda,” ucapnya.

“Saya kira Dirut Garuda juga harus meminta maaf kepada Pertamina atau jika perlu Menteri BUMN harus menegur Dirut Garuda atas polemik yang dia buat. Bahkan jika perlu, Dirut Garuda harus segera diganti,” pungkasnya.(ADI)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Thorium Indonesia: Antara Potensi dan Keberanian yang Tertunda

Oleh : Andi N Sommeng Di negeri ini, energi selalu datang sebagai...

Indonesia Ubah Peta Harga Nikel Global, HPM Baru Dorong Lonjakan di LME

Jakarta, situsenergi.com Indonesia mulai memainkan peran kunci dalam penentuan harga nikel dunia...

Ekspansi Energi 2026, Sigma Energy Bidik SPBU Baru hingga Infrastruktur SPKLU

Jakarta, situsenergi.com PT Sigma Energy Compressindo Tbk menyiapkan langkah ekspansi agresif pada...

Menata Ulang Subsidi BBM untuk Pemerataan Akses Energi Nasional

Oleh : Dina Nurul FitriaAnggota Dewan Energi Nasional Unsur Konsumen 2020–2025 Subsidi...