Home ENERGI Pengamat: Tak Bijak Pemerintah Minta Badan Usaha Naikkan Harga BBM Non Subsidi
ENERGI

Pengamat: Tak Bijak Pemerintah Minta Badan Usaha Naikkan Harga BBM Non Subsidi

Share
tak bijak pemerintah minta badan usaha naikkan harga bbm non subsidi
tak bijak pemerintah minta badan usaha naikkan harga bbm non subsidi
Share

Jakarta, situsenergy.com

Rencana pemerintah meminta badan usaha penyalur BBM menurunkan harga BBM Non Subsidi karena harga minyak dunia saat ini sedang turun bisa dinilai sebagai kebijakan yang kurang bijak dan terkesan kebablasan.

Pasalnya, naik atau turunnya harga BBM Non Subsidi merupakan kebijakan korporasi.

“Dan badan Usaha sudah pasti akan mempertimbangkan aspek bisnis ke depannya terkait dengan harga minyak dunia,” kata Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan dalam pesan singkatnya kepada Situsenergy di Jakarta, Jumat.

Saat ini pun, kata dia, pembelian yang mereka lakukan adalah saat harga minyak dunia masih tinggi, karena biasanya saat mereka beli di pasar spot dengan acuan MOPS dimana pengiriman untuk 2-3 bulan ke depan.

“Saya rasa ini saatnya pemerintah memberikan napas kepada badan usaha dalam hal ini Pertamina untuk mendapatkan margin setelah selama ini babak belur karena tidak bisa menaikan harga BBM jenis Pertalite akibat dilarang oleh Pemerintah,” katanya.

Menurut Mamit, jika dibandingkan dengan badan usaha lain, harga Pertalite Pertamina dengan RON 90 lebih murah jika dibandingkan swasta. “Ini mengindikasikan bahwa Pertamina mengalami kerugian karena Pertalite tidak naik saat harga minyak dunia tinggi. Biarkan Pertamina melakukan recovery terlebih dahulu terkait dengan kondisi keuangan mereka terutama di sektor hilir,” tukasnya.

Jika pemerintah fair, kata dia. maka yang harus ditekan adalah Badan Usaha swasta karena mengambil margin lebih dari 10% BPP.

“Harusnya badan swasta bisa menurunkan harga BBM mereka pada awal bulan Desember nanti menyesuaikan dengan turunnya harga minyak dunia,” katanya.

“Kalauoun Pertamina akan menurunkan harga, maka itu bisa dilakukan hanya untuk BBM jenis Pertamax series d lluar Pertalite. Karena Pertamina masih mengalami kerugian dari  harga jual Pertalite ini,” pungkasnya.(adi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...

Kemenkeu-ESDM Kompak Gaspol! Purbaya dan Bahlil Siap Genjot PNBP hingga Listrik Desa

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...