Home ENERGI Jadi Holding Migas, Pertamina Miliki Jaringan Pipa Gas Terbesar di Asia Tenggara
ENERGI

Jadi Holding Migas, Pertamina Miliki Jaringan Pipa Gas Terbesar di Asia Tenggara

Share
Permen ESDM 4/2018 Jadi Acuan Penetapan RIJTDGBN 2022-2031
Share

Jakarta, situsenergy.com

– PT Pertamina (Persero) mengaku bahwa pihaknya saat ini telah memiliki bisnis gas terintegrasi yang terbesar di Asia Tenggara dengan mengantarkan PGN dan Pertagas dalam satu usaha bersama sebagai Pertamina Group setelah terbentuknya Holding BUMN migas.

Direktur Pemasaran Korporat Pertamina, Basuki Trikora Putra mengatakan, melalui integrasi dalam Pertamina Group, perusahaan akan melakukan beberapa langkah strategis yakni meningkatkan pasokan gas domestik, meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan distribusi gas, mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang ada selanjutnya membangun di area baru serta meningkatkan kapasitas untuk berinvestasi.

“Saat ini, kami masih pada tahap awal integrasi, tetapi kami sudah melihat ada peluang yang sangat besar untuk penciptaan nilai ke depan,”kata Basuki di Jakarta, Selasa (28/8).

Basuki menyebut, beberapa hal yang akan dicapai yakni potensi pertumbuhan bisnis gas 7 hingga 9 persen selama 5 tahun ke depan. Volume transmisi gabungan sebesar 2627 Juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) di seluruh jaringan PGN dan Pertagas.

“Dengan holding ini, jaringan pipa kami akan mencapai lebih dari 9600 km – pipa terpanjang di Asia Tenggara,” tuturnya.

Basuki mengatakan dengan potensi yang dimiliki, Pertamina terus melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di bisnis gas melalui berbagai forum. Salah satunya melalui forum tahunan Indonesian Gas Society (IGS). Forum ini bertujuan mengevaluasi strategi, masalah, tantangan, dan peluang bisnis gas di Indonesia.

Basuki menambahkan, Indonesia  terutama Pertamina saat ini berada pada suatu phase sangat penting dalam pembangunan sektor energi dimana pemeritah dan seluruh stakeholder memiliki keberanian yang kuat untuk menjawab peluang dan tantangan masa depan bisnis gas.

Pertamina, kata Basuki, sangat menyadari tantangan utama bisnis gas saat ini adalah permintaan gas di dalam negeri terus meningkat. “Kami terus mengupayakan mata rantai gas yang efisien. Karena kondisi pasokan yang terkonsentrasi di wilayah timur sementara kebutuhan lebih terpusat di wilayah barat,” pungkasnya. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...