Home ENERGI Kembangkan Lapangan Sidayu, PGN Saka Investasi Rp 2,4 T
ENERGI

Kembangkan Lapangan Sidayu, PGN Saka Investasi Rp 2,4 T

Share

Petugas bekerja di area pengolahan migas di Gresik, Kamis (29/9/2016). PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGN) melalui anak usahanya PT Saka Energi Indonesia (SEI) berhasil menemukan cadangan migas baru di sumur eksplorasi Sidayu-4V, Blok Pangkah, lepas pantai Jawa Timur. Diperkirakan sumber daya migas yang baru ditemukan itu berpotensi mencapai 300 juta barrel. Pengembangan lapangan berikutnya akan dilakukan hingga akhir 2018 ditargetkan dapat diproduksi akhir pada tahun 2019. TRIBUNNEWS/HO

Share

Jakarta, situsenergy.com

Lapangan Sidayu di Blok Pangkah, Jawa Timur, akan mulai beroperasi pada akhir 2019. Saat ini, PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka) telah menyetujui fase pertama pengembangan lapangan Sidayu.

Menurut Direktur Utama PT Saka Energi Indonesia Tumbur Parlindungan, hal itu akan membuat pasokan minyak dan gas (migas) domestik bertambah. Ia menjelaskan, PGN Saka berinvestasi Rp 2,4 triliun untuk mengembangkan lapangan Sidayu dan West Pangkah. “Dua lapangan itu dapat meningkatkan hasil produksi di Pangkah PSC mencapai 12.500 bopd minyak dan 90 mmscfd gas,’’ ujar Tumbur, Senin (30/4).

Proyek tersebut akan memberikan kontribusi sekitar Rp 1,2 triliun kepada pemerintah.

Setelah program eksplorasi di Sidayu sukses pada 2017, plan of development (POD) Sidayu bakal membangun lebih dulu anjungan produksi tambahan dan beberapa sumur pengembangan.

POD sudah disetujui SKK Migas pada akhir 2017. Setelah Sidayu, Saka akan mengembangkan lapangan West Pangkah.

Saat ini, POD sudah didapatkan dan proses final investment decision (FID) masih berlangsung. Pada 2018, Saka melakukan eksplorasi di Pangkah PSC dan South Selulu PSC.

Selain itu, pihaknya melakukan pengujian dua prospek, yakni struktur Tambakboyo di Pangkah PSC dan struktur West SIS-A di South Sesulu PSC.

Lapangan Sidayu adalah pengembangan dengan kedalaman air dangkal (sekitar 15 meter).

Terdapat empat sumur produksi yang direncanakan. Lokasinya sekitar tujuh kilometer dari lapangan utama Pangkah.

Hasilnya bakal terhubung dengan fasilitas produksi yang ada melalui pipa bawah laut.

Pangkah PSC dan South Selulu PSC dioperasikan PGN Saka dengan 100 persen penyertaan kepemilikan. ’’Pengembangan ini mendukung kebutuhan negara untuk meningkatkan pasokan gas domestik,’’ kata Tumbur.(hel)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Indonesia Ubah Peta Harga Nikel Global, HPM Baru Dorong Lonjakan di LME

Jakarta, situsenergi.com Indonesia mulai memainkan peran kunci dalam penentuan harga nikel dunia...

Ekspansi Energi 2026, Sigma Energy Bidik SPBU Baru hingga Infrastruktur SPKLU

Jakarta, situsenergi.com PT Sigma Energy Compressindo Tbk menyiapkan langkah ekspansi agresif pada...

Verifikasi Emisi Listrik Diperketat, Kemenperin Dorong Industri Menuju NZE 2060

Jakarta, Situsenergi.com Kementerian Perindustrian memperkuat langkah menuju Net Zero Emission (NZE) 2060...

Anggaran Subsidi BBM Aman Hingga Akhir 2026, Menkeu: Dana Kita Cukup!

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah memberikan kepastian segar bagi masyarakat terkait keberlanjutan bantuan energi...