Home OPINI Terkait Distribusi Tertutup Gas LPG 3 kilogram
OPINI

Terkait Distribusi Tertutup Gas LPG 3 kilogram

Share
Distribusi LPG 3 KG
Distribusi LPG 3 KG
Share

Oleh : Salamuddin Daeng (AEPI Jakarta)

“Subsidi LPG 3 kilogram sebaiknya langsung diserahkan ke masyarakat miskin, sehingga rumah tangga miskin berhak menerima Rp. 4,5 juta per rumah tangga atau satu tabung gas LPG 3 kg gratis tiap hari”

Rencana pemerintah untuk melakukan distribusi tertutup LPG 3 kilogram perlu dipertimbangkan. Mengingat pemerintah belum memiliki data yang jelas mengenai jumlah rumah tangga miskin berdasarkan nama dan alamat mereka.

Memang distribusi LPG selama ini menuai banyak masalah diantaranya adalah 1) subsidi tidak tepat sasaran. Banyak masyarakat yang berhak justru tidak mendapatkan jatah LPG bersubsidi. 2) banyak terjadi pengoplosan LPG yang dilakukan oleh para pedagang dan oknum yang tidak bertanggung jawab. 3) LPG dijadikan alat politik dan bisnis para politisi. 4) dana subsidi rawan dikorupsi. 5) pertamina seringkali dirugikan dan dibebani keuangannya untuk mendistribusikan LPG 3 kilogram.

Namun distribusi tertutup tampaknya akan sulit mengingat pemerintah tidak memiliki data yang memadai dan belum melakukan pendataan tentang hal tersebut. Namun tekanan besarnya subsidi membuat pemerintah terkesan terburu buru dan kurang mempertimbangkan aspek data tersebut.

Mekanisme distribusi LPG bersubsidi seharusnya dapat meniru mekanisme penyaluran dana BLT atau beras raskin. Dana atau Bayang subsdi langsung diberikan kepada masyarakat miskin. Mekanisme ini akan lebih efektif dan menghindari terjadi penyimpangan dan salah sasaran subsidi. Tentu saja dengan syarat seluruh kelemahan raskin atau BLT harus diperbaiki untuk menyempurnakan mekanisme subsidi langsung LPG 3 kilogram.

Sebagaimana diketahui subsidi LPG tabung 3 kg sebesar Rp31,984, triliun (APBN 2017). Mestinya dana ini cukup untuk mensubsidi 28 juta jiwa penduduk miskin Indonesia atau sekitar 7 juta rumah tangga miskin di Indonesia.
Dengan dana subsidi sebesar itu maka masing masing rumah tangga miskin akan bisa mendapatkan Rp. 4,5 juta untuk setiap rumah tangga per tahun.

Dengan uang sebesar itu maka rumah tangga miskin bisa mendapatkan 365 tabung gas LPG 3 kilogram per tahun atau satu tabung LPG 3 kg setiap hari. Ini adalah modal yang besar bagi masyarakat miskin untuk keluar dari kemiskinan.

Sumber Foto : www.migas.esdm.go.id

—–***—–
*SitusEnergy.com adalah media online bagi masyarakat umum. Bagi pembaca/netter yang ingin berbagi informasi/berita/artikel/opini/pendapat/ide atau gagasan melalui SitusEnergy.com dapat mengirimkan tulisannya melalui email : redaksi@situsenergy.com. Setiap tulisan yang terbit di SitusEnergy.com menjadi tanggung jawab dari Penulis.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Harga BBM Naik Komplain, Saat Turun Diam

Oleh: Defiyan CoriEkonom Konstitusi Kenaikan dan penurunan harga suatu komoditas dalam teori...

Sofyano Puskepi : Gubernur Sumbar Harus Segera Basmi Penambangan ilegal Di Sumbar

Jakarta, situsenergi.com Pengamat Kebijakan Energi , Sofyano Zakaria, memberi apresiasi kepada Pemprop...

Global Intellectual Conformity: Nilai Tukar/Kurs dan Indeks

Catatan ANS Muda, alumni FEBUI-Yale University. Ekonomi yang Bangun Tidur Melihat Dolar...

Sofyano : Gubernur Sumbar Harus Tegaskan Ke Publik Apakah Solar Yang Digunakan PETI Adalah Solar Subsidi?

Jakarta, situsenergi.com Terkait berita bahwa Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...