Home ENERGI Wamen ESDM Sebut Neraca Gas Indonesia Kurang Akurat
ENERGI

Wamen ESDM Sebut Neraca Gas Indonesia Kurang Akurat

Share
Wamen ESDM Sebut Neraca Gas Indonesia Kurang Akurat
Wamen ESDM Sebut Neraca Gas Indonesia Kurang Akurat
Share

Jakarta, situsenergy.com

Pemerintah menilai neraca gas bumi dalam kurang akurat. Padahal Indonesia tidak bakal kekurangan pasokan gas.

Perhitungan dalam neraca gas yang ada sekarang kurang akurat. “Kurang atau tidak, lihat neraca gas dulu. Coba lihat dulu neracanya dulu,” kata Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, Selasa (19/9)  di Kementerian ESDM, Jakarta.

Menurutnya, Indonesia belum akan menjadi importir gas dalam waktu dekat. Buktinya, sampai sekarang masih banyak LNG yang tak terserap di dalam negeri.

Sebagai catatan, pada 2014 ada 22 kargo LNG yang tak terserap, rincian 16 kargo diekspor dan sisanya untuk domestik. Setahun kemudian membengkak jadi 66 kargo, rinciannya 60 kargo diekspor dan 6 kargo untuk dalam negeri. Tahun lalu juga ada 66,6 kargo tidak terserap, rinciannya 43 kargo diekspor dan 23,6 kargo untuk dalam negeri.

Pembangunan infrastruktur gas di dalam negeri pun tetap didorong meski Pertamina ekspansi bisnis gas ke Bangladesh dan negara-negara lainnya.

“Di neraca gas sudah ada program kita (bangun infrastruktur) tahun sekian, tahun sekian,” katanya. (Fyan)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Keberhasilan Co-Firing Ditentukan Kualitas Bahan Baku Biomassa

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan program co-firing biomassa di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU)...

Hidrogen Rendah Karbon Jadi Fokus di GHES 2026

Jakarta, Situsenergi.com PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan komitmen memperkuat...

PTBA Prioritaskan Pasar Domestik

Jakarta, situsenergi.com PT Bukit Asam Tbk (PTBA) komitmen menjaga pasokan batubara untuk...

Biomassa Jadi Fondasi Ekosistem Hidrogen Rendah Karbon

Jakarta, situsenergi.com Indonesia memiliki potensi biomassa sekitar 80 juta ton per tahun,...