Logo SitusEnergi
Presiden Resmikan 17 Titik Penyalur BBM Satu Harga Presiden Resmikan 17 Titik Penyalur BBM Satu Harga
Pontianak, situsenergy.com Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Jumat (29/12) hari ini meresmikan 17 titik penyalur... Presiden Resmikan 17 Titik Penyalur BBM Satu Harga

Pontianak, situsenergy.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Jumat (29/12) hari ini meresmikan 17 titik penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di Pontianak, Kalimantan Barat.

“Saya resmikan secara serentak 17 penyalur BBM Satu Harga yang ada di berbagai daerah. Saya mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada seluruh jajaran Pertamina dan swasta yang sudah bekerja keras mewujudkan BBM Satu Harga, BBM yang berkeadilan,” kata Presiden di TBBM Pontianak Jalan Khatulistiwa, Siantan, Kalimantan Barat, Jumat.

Tercatat hingga saat ini sudah ada 40 titik lembaga penyalur yang beroperasi, sehingga dengan 17 titik tambahan yang diresmikan di Pontianak hari ini, total lembaga penyalur BBM Satu Harga yang telah beroperasi pada 2017 menjadi 57 titik.

Ketujuh belas TBBM itu berupa 16 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan SPBU Nelayan (SPBUN) yang masuk dalam Program BBM Satu Harga.

“Pertama kali Program BBM Satu Harga diumumkan banyak yang meragukan bahwa program ini akan berjalan, tidak yakin program ini bisa berjalan, karena memang terlalu sulit, juga terlalu mahal biayanya,” ungkap Presiden.

BACA JUGA   Digitalisasi SPBU Terus Berlanjut, Pertamina Kembangan Sistem Baru

Menurut Presiden, karena perbedaan kontur wilayah dan luasnya area negara Indoensia maka harga BBM di satu daerah dengan daerah lain bisa berbeda jauh. “Contohnya jika harga premium di Jawa hanya Rp 6.540 per liter maka di wilayah-wilayah perbatasan seperti di Papua dan Kalimantan bisa mencapai Rp 40.000 per liter seperti yang ada Kecamatan Puring Kencana Kapuas Hulu,” katanya.

Presiden mengakui semakin ke daerah Timur Indonesia dan semakin terpencil kawasan tersebut maka harga BBM pun semakin mahal.

“Bahkan makin ke Timur, di Sulawesi, di tempat-tempat terpencil bisa Rp 75.000 dan sering saya sampaikan di Papua bisa Rp 100.000 per liter. Hal ini tentu saja mengakibatkan harga-harga bahan pokok yang dibutuhkan rakyat menjadi semakin mahal karena biaya distribusinya mahal, biaya logistiknya tinggi,” papar Presiden.

Padahal BBM menjadi kebutuhan masyarakat luas untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indoensia.

“Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum kita perhatikan, kenapa BBM satu harga perlu? Karena masalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, oleh sebab itu setelah `BBM Satu Harga` berjalan di beberapa provinsi, sekarang bisa lihat di lapangan. Memang ada 1-2 tidak baik, ini kita perbaiki karena hal ini merupakan pekerjaan sangat besar di negara yang sangat besar,” tukas Presiden.

BACA JUGA   Tambang Emas Martabe Bangun Menara Pandang di Kebun Raya Sipirok

Sementara itu, sejak tahun 2016 hingga 20 Desember 2017, Pertamina telah mengoperasikan 38 Penyalur Satu Harga dan PT.AKR Corporindo,Tbk mengoperasikan 2 Penyalur BBM Satu Harga.

Dari 38 Penyalur Pertamina, 9 Penyalur telah beroperasi tahun 2016 dan 29 Penyalur beroperasi tahun 2017. Sedangkan 2 Penyalur AKR beroperasi November 2017.

Sedangkan 17 titik penyalur yang diresmikan oleh Presiden secara simbolis di Pontianak ini 16 diantaranya dioperasikan oleh Pertamina dan 1 swasta.

Pemerintah menargetkan, hingga akhir 2019 akan beroperasi lembaga penyalur BBM Satu Harga di 159 lokasi, dengan fokus di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Program yang di-launching langsung oleh Presiden Jokowi di Yahukimo, Papua, Oktober 2016 silam ini merupakan yang pertama di Indonesia dan belum pernah terjadi sebelumnya sebagai  pengejawantahan dari energi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.(adi)

 

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *