Logo SitusEnergi
Mesin Modern Perlu BBM Oktan Tinggi Mesin Modern Perlu BBM Oktan Tinggi
Jakarta, situsenergy.com Pengamat otomotif, Bebin Djuana mengatakan, mesin kendaraan bermotor keluaran terbaru saat ini memang tidak diperuntukkan bagi BBM dengan angka Research Octane Number... Mesin Modern Perlu BBM Oktan Tinggi

Jakarta, situsenergy.com

Pengamat otomotif, Bebin Djuana mengatakan, mesin kendaraan bermotor keluaran terbaru saat ini memang tidak diperuntukkan bagi BBM dengan angka Research Octane Number (RON) rendah, semisal bensin Premium.

“Jika dipaksakan, maka akan memunculkan banyak masalah. Karena pembakaran tidak sempurna, maka mesin akan menjadi mengelitik, tenaga berkurang, dan membuat mesin tidak awet. Kesannya murah dan hemat, tetapi sebenarnya sangat merugikan pengguna,” kata dia dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta kemarin.

Menurut dia, karena kendaraan bermotor yang mayoritas gencar dipasarkan produsen otomotif dan jaringannya saat ini memiliki teknologi terkini, maka wajar jika tuntutan BBM yang dikonsumsi adalah dengan angka oktan tinggi (di atas 88 atau 90).

“Karena BBM dengan angka RON rendah alias angka oktan rendah, berdampak negatif pada mesin-mesin kendaraan keluaran mutakhir,” tukasnya.

“Mesin-mesin keluaran teknologi terkini memiliki rasio kompresi udara yang tinggi di ruang bakar, biasanya pada kisaran 9:1 atau lebih,” pungkasnya.

Sementara Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal, Ahmad Syafruddin mengatakan, selain berdampak negatif bagi mesin kendaraan bermotor, BBM dengan angka RON rendah juga berakibat buruk terhadap lingkungan hidup dan kesehatan.

BACA JUGA   2019 Indonesia Bakal Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sawit

“Karena pembakaran tidak sempurna, maka BBM RON rendah akan menghasilkan emisi sangat tinggi. Selain itu, juga akan menghasilkan karbon monoksida dan nitrogen dioksida yang juga tinggi,” kata Syafruddin.

Bagi kesehatan, kata dia, buangan hidrokarbon sangat berbahaya karena bisa memicu kanker. “Sedangkan karbon monoksida bersifat racun dan nitrogen dioksida dapat memicu penyakit paru-paru,” ucapnya.

“Di tengah kebijakan pemerintah dalam menerapkan standar emisi Euro-4, ternyata BBM RON rendah pun sudah tidak sesuai bagi standar emisi Euro-2 atau lebih tinggi lagi,” demikian Ahmad Syafruddin.(adi)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *