Home ENERGI KESDM Gelar Sosialisasi Ancaman Teroris di Industri Migas
ENERGI

KESDM Gelar Sosialisasi Ancaman Teroris di Industri Migas

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Minyak dan gas bumi (migas) menjadi salah satu subsektor yang penting bagi kehidupan bangsa, juga penerimaan negara.

Oleh karena itu, pengamanan terhadap infrastruktur migas terutama yang termasuk dalam obyek vital nasional (obvitnas) harus dilakukan. Terkait hal tersebut, Direktorat Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi menggelar acara Sosialisasi Penanggulangan Terorisme di Subsektor Migas di Gedung Migas, Jakarta, Selasa (27/3).

Sosialisasi dibuka oleh Sekretaris Ditjen Migas Susyanto dan menghadirkan pembicara Kolonel Mar. Purwanto Djoko P, Kasubdit Pam Obvit dan Transportasi Kedeputian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat dan pegawai di lingkungan Ditjen Migas.

Acara ini merupakan tindak lanjut penandatanganan MoU Menteri ESDM Ignasius Jonan dengan Kepala BNPT Suhardi Alius, beberapa waktu lalu. Pada kesempatan itu, Menteri Jonan menekankan bahwa pencegahan terjadinya aksi terorisme terhadap obyek-obyek vital sektor ESDM harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Seluruh pihak harus melakukan standard operating prosedure (SOP) yang berlaku agar pengamanan dapat dilakukan secara maksimal.

Di lingkungan Kementerian ESDM, diakui Jonan, concern mengenai kemungkinan terjadinya aksi terorisme di obyek-obyek vital masih berbeda-beda. Untuk itulah perlu dilakukan kesamaan pemahaman bahwa pencegahan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Karena apabila sampai terjadi gangguan, maka dampaknya amat fatal.

Sesditjen Migas Susyanto mengemukakan, potensi migas merupakan karunia Tuhan yang harus dijaga dengan baik. Meski infrastruktur migas yang masuk obvitnas telah mendapat penjagaan, namun peran BNPT di subsektor migas juga diperlukan mengingat peran migas yang sangat penting bagi negara.

“Katakanlah ada aksi terorisme yang menyebabkan rusaknya infrastruktur atau berkurangnya produksi migas. Ini tentu ini akan mengakibatkan bahwa  migas menjadi dasar pembangunan nasional tidak akan tercapai,” katanya.

Mengingat pentingnya pengetahuan tentang penanggulangan terorisme bagi subsektor migas ini, maka setiap unit di lingkungan Ditjen Migas akan melakukan sosialisasi pada acara-acara yang menghadirkan stakeholder.

“Kita tentu selalu mendukung upaya Pemerintah supaya negara aman. Apalagi ini adalah tahun politik. Kami tidak ingin ada kegaduhan, khususnya di subsektor migas,” tegas Susyanto. (Fyan)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Transformasi RSPP, Danantara Siapkan Rp581 Miliar

Jakarta, Situsenergi.com BP BUMN dan Danantara mendorong transformasi Rumah Sakit Pusat Pertamina...

PGE Bukukan Laba Bersih US$79,6 Juta pada Semester I 2026

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan...

Karhutla Mengintai, Pertamina EP Perkuat Warga Bunyu Hadapi Api

Pulau Bunyu, Situsenergi.com Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pertamina EP...

MENYOAL RENCANA PEMBENTUKAN BLU SEKTOR ENERGI (1)

Marwan Batubara, IRESS Bulan Agustus 2026 lalu beredar naskah Rancangan Peraturan Presiden...