Jakarta, situsenergy.com
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan perpanjangan rekomendasi izin ekspor anoda slime kepada PT Smelting, Gresik, Jawa Timur. Rekomendasi dari Kementerian ESDM menjadi dasar bagi Kementerian Perdagangan menerbitkan izin ekspor.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono, mengatakan, rekomendasi izin ekspor bagi Smelting sudah diteken sejak 25 Februari 2018 dan berlaku selama satu tahun. “Rekomendasi sudah terbit sejak pekan kemarin,” kata Bambang Gatot Ariyonodi Jakarta, Senin (5/3/2018).
Anoda slime atau lumpur anoda merupakan produk samping dari pemurnian konsentrat tembaga. Namun itu, sayangnya Bambang tidak menjelaskan secara rinci kuota ekspor yang diberikan ke Smelting. Dia hanya bilang, pada 2017 Smelting mendapat kuota ekspor 2.149,77 ton. “Kuotanya seperti biasa, sama seperti tahun lalu,” pungkasnya.
Sementara, pabrik pengolahan anoda slime di Indonesia kerja sama Freeport dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara.(mul)
No comments so far.
Be first to leave comment below.