Home ENERGI Holding Migas, Puskepi Dorong Pertagas Kuasai Hilir Gas Bumi
ENERGI

Holding Migas, Puskepi Dorong Pertagas Kuasai Hilir Gas Bumi

Share

Petugas PT PLN (Persero) melakukan pemeriksaan instalasi penyaluran gas di Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Talang Duku, Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Kamis (16/11). PT Perusahaan Gas Negara (PGN) (Persero) Tbk memasok bahan bakar gas untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Talang Duku yang berkapasitas 60 MW. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/ama/17

Share

Jakarta, situsenergy.com

Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) meminta Pemerintah memprioritaskan PT Pertamina Gas (Pertagas) dalam rangka menguasai bisnis sektor hilir gas bumi.

Permintaan ini disampaikan Direktur Eksekutif Puskepi, Sofyano Zakaria di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, hal itu didorong rencana pembentukan induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor minyak dan gas bumi yang akan dilakukan pemerintah dalam waktu dekat.

“Ini karena 100% saham Pertagas dimiliki PT Pertamina yang merupakan entitas murni pemerintah. Kalau saham PGN kan ada yang dimiliki investor karena sudah Tbk,” ujar Sofyano.

Ia beralasan, prioritas diberikan kepada Pertagas agar negara dapat memperoleh keuntungan yang maksimal dari penguasaan sektor niaga hilir gas bumi Indonesia. “Dengan begitu, Pertamina selaku induk usaha juga aka menguasai sektor mulai dari hulu hingga hilir minyak dan gas bumi,” tukasnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah harus menghitung betul benefit yang dapat diperoleh dari holdingisasi BUMN Migas.

“Kalau PGN dapat prioritas, harusnya saham investor di-buyback dulu. Karena kan selama ini banyak orang yang berpikir PGN itu bukan BUMN. Ini harus dilakukan agar holding migas berjalan smooth dan ideal,” imbuh Sofyano.

Sebelumnya, Menteri Rini Soemarno menargetkan pembentukkan holding BUMN akan direalisasikan pada Maret 2018. Untuk mencapai target tersebut, ia pun meminta manajemen PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa. “Lagi proses, tiga bulan lagi lah,” ujar Rini.(adi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pemerintah Percepat Implementasi Biodiesel B50 Guna Tekan Defisit Migas

Jakarta, situsenergi.com Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah akan mempercepat...

PGE Kembangkan Bisnis Hijau di Luar Listrik Panas Bumi

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memperluas bisnisnya dengan menyiapkan...

Harga Referensi CPO Turun, HPE Kakao dan Getah Pinus Naik

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Referensi (HR) crude palm oil (CPO)...

Keberhasilan Co-Firing Ditentukan Kualitas Bahan Baku Biomassa

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan program co-firing biomassa di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU)...