Logo SitusEnergy
Harga Pertamax Malaysia Gak Bisa Dibandingkan ‘Aple to Aple’ Dengan RI, Jelas Gak Nyambung Harga Pertamax Malaysia Gak Bisa Dibandingkan ‘Aple to Aple’ Dengan RI, Jelas Gak Nyambung
Jakarta, Situsenergi.com Viral di berbagai media nasional tentang pemberitaan bahwa harga BBM di Malaysia, jauh lebih murah daripada di Indonesia. Sebagai gambaran saja, harga... Harga Pertamax Malaysia Gak Bisa Dibandingkan ‘Aple to Aple’ Dengan RI, Jelas Gak Nyambung

Jakarta, Situsenergi.com

Viral di berbagai media nasional tentang pemberitaan bahwa harga BBM di Malaysia, jauh lebih murah daripada di Indonesia.

Sebagai gambaran saja, harga BBM RON 95 di Malaysia, bahkan harganya jauh lebih murah ketimbang BBM Pertamax RON 92 di Indonesia. 

Penjelasannya begini,  harga BBM RON 95 di Malaysia hanya 2 Ringgit atau sekitar Rp7.000 per liter. Padahal, Pertamax RON 92 di Indonesia yang dijual Pertamina, harganya mencapai Rp12.500 per liter. 

Jika dilihat demikian, tentu gap atau selisih harganya sangat jauh. Namun demikian, harga murah BBM di Malaysia itu, lantaran pemerintah Malaysia memberi subsidi ke BBM kualitas tinggi.

Perbedaannya adalah, jika di Indonesia BBM kualitas rendah seperti Solar yang disubsidi, maka di Malaysia justru berbeda, karena BBM kualitas tinggi lah yang disubsidi.

Pengamat energi yang juga Direktur Pusat Kebijakan Publik (PUSKEPI), Sofyano Zakaria menjelaskan, ada banyak alasan mengapa subsidi bisa diberikan begitu luas bagi rakyat Malaysia. 

Bukan hanya faktor kemampuan negara saja dalam mengucurkan subsidi, ternyata ada hal lain yang memang membuat harga BBM di Malaysia dan Indonesia tidak bisa dibandingkan secara aple to aple. 

“(Gak bisa aple to aple, jumlah rakyat dan ranmor malaysia berapa?, subsidi nya ada atau tidak?, pajaknya ada atau tidak?, ongkos angkut BBM nya berapa ?, luas wilayah Malaysia berapa?,” ujar Sofyano dalam diskusi di Grup Media Sosial, dikutip Situsenergi.com, Selasa (5/4/2022). 

Menurut Sofyano, setidaknya ada 3 hal yang membedakan penyaluran BBM di Indonesia dengan di Malaysia. Yang paling utama adalah adanya pungutan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen. 

BACA JUGA   Terkait B35, Mestinya Subsidi Hasil Pungutan Sawit Dialokasikan Juga untuk Pertamina

“Di kita (Indonesia) ada PBBKB 5 persen, ada pungutan BPH Migas, ongkos angkut ke Papua ke NTB ke NTT ke Kaltara dan lain-lain berapa?,” tuturnya. 

Sofyano pun memberikan catatan khusus, menurutnya perlu di garis bawahi, jumlah penduduk di Malaysia kurang lebih hanya 32 juta jiwa dengan pendapatan per kapita sebesar Rp 149,25 juta.

Jumlah tersebut merupakan tiga kali lipat lebih tinggi dari PDB per kapita Indonesia saat ini yang berada di level Rp 62,2 juta, atau setara dengan USD 4.349 per tahunnya, dengan jumlah penduduk jauh diatas Malaysia yaitu 274 juta jiwa. 

“Hal tersebutlah yang menyebabkan negara Indonesia sulit mengatasi adanya kenaikan harga bahan bakar minyak yang terjadi saat ini,” ungkap Sofyano. 

“Kalau hanya BBM kualitas tinggi yang disubsidi pemerintah, pemilik truk trailer dan bus yang pakai solar subsidi bisa ‘ngamuk’ kalau tak disubsidi,” imbuh Sofyano. 

Sebagai informasi tambahan, berikut daftar harga BBM di Indonesia dengan Malaysia: 

  1. Indonesia 

Pertalite (RON 90): Rp 7.650 per liter. 

Pertamax (RON 92): Rp 12.500 – Rp 13.000 per liter. 

BACA JUGA   PHR Tegaskan Komitmen Berdayakan Masyarakat Riau di Blok Rokan

Pertamax Turbo (RON 98): Rp 14.500 – Rp 15.100 per liter. 

Dexlite: Rp 12.950 – Rp 13.550 per liter. 

Pertamina Dex: Rp 13.700 – Rp 14.300 per liter. 

  1. Malaysia 

Melansir dari situs ringgitplus.com, berikut harga sejumlah BBM pada tanggal 31 Maret – 6 April 2022: 

RON 95: RM 2,05 (Rp 6.936) per liter. 

RON 97: RM 3,91 (Rp 13.361) per liter. 

Diesel: RM 2,15 (Rp 7.274) per liter. (SNU)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *