Home MIGAS Gedor Target 1 GW pada 2028, PGE Akselerasi 12 Proyek Panas Bumi
MIGAS

Gedor Target 1 GW pada 2028, PGE Akselerasi 12 Proyek Panas Bumi

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Memasuki satu abad perjalanan pengembangan potensi panas bumi nasional, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) berfokus mengejar target kapasitas terpasang secara mandiri (own operation) sebesar 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2033.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani menegaskan komitmen perseroan terhadap penyediaan energi bersih berjalan selaras dengan agenda transisi energi nasional, baik untuk penyediaan pasokan listrik berbasis panas bumi maupun Beyond Electricity.

“Sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong transisi energi dan ketahanan energi nasional, ekspansi bisnis yang kami lakukan difokuskan untuk memberikan manfaat panas bumi sebesar-besarnya. Oleh karena itu, kinerja positif ini menjadi bekal bagi kami untuk melayani masyarakat,” ujar Yani dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).

Saat ini PGE mengelola kapasitas terpasang mandiri sebesar 727 megawatt (MW). Untuk menutupi tenggat target 1 GW pada 2028, perseroan mengintensifkan strategi pengembangan organik, anorganik, serta akselerasi proyek.

PGE memprioritaskan 12 proyek dengan total kapasitas 320 MW. Dari portofolio tersebut, lima proyek berkapasitas gabungan 105 MW diakselerasi agar dapat beroperasi secara komersial sebelum 2028. Proyek yang tengah digarap meliputi PLTP Hululais Unit 1 & 2 yang dipersiapkan memasuki tahap EPCC, PLTP Lumut Balai Unit 3 & 4, serta PLTP Lahendong Unit 7 & 8.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi menyebutkan pengeboran menjadi langkah strategis menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus mendukung peningkatan kapasitas perseroan.

Sekolah di Kupang Dapat Suntikan Baru, Pertamina NRE Benahi Sanitasi SD Alak Kupang, Situsenergi.com Fasilitas sanitasi UPTD SD Negeri Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendapat perhatian baru. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyalurkan bantuan untuk memperbaiki sarana sanitasi yang digunakan siswa dan guru. Pertamina NRE menentukan bantuan tersebut setelah melakukan rapid assessment pada 25 September 2026. Tim perusahaan bertemu pihak sekolah sekaligus melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sebelum menentukan kebutuhan yang perlu mendapat dukungan. Berawal dari Cek Langsung ke Sekolah Penyerahan bantuan berlangsung di UPTD SD Negeri Alak pada Kamis (1/10/2026). Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dan Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Alak Marlin Koreh. John mengatakan perusahaan ingin memastikan program sosial memberikan manfaat yang benar-benar terasa bagi penerima. “Kami berharap bantuan ini dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih layak, bersih, dan nyaman bagi siswa maupun para guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” ujar John. Menurutnya, Pertamina NRE memilih bentuk bantuan berdasarkan kebutuhan yang perusahaan temukan langsung di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program tanggung jawab sosial perusahaan lebih relevan dan berkelanjutan. “Kami ingin setiap program CSR Pertamina NRE hadir berdasarkan kebutuhan masyarakat, sehingga manfaat yang diberikan benar-benar dapat dirasakan secara langsung,” tambah John. Sanitasi Jadi Perhatian Sri Nur Hidayati menilai fasilitas sanitasi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman. “Melalui bantuan ini, Pertamina NRE berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar di lingkungan sekolah, khususnya fasilitas sanitasi yang digunakan sehari-hari oleh siswa dan guru,” kata Sri. Bagi pihak sekolah, dukungan tersebut membantu meningkatkan kelayakan fasilitas yang menunjang aktivitas sehari-hari. Marlin Koreh menyampaikan apresiasi atas perhatian Pertamina NRE terhadap kondisi sarana sekolah. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pertamina NRE atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Perbaikan fasilitas sarana sekolah seperti ini sangat membantu sekolah dalam menyediakan sarana yang lebih layak dan nyaman bagi siswa maupun guru,” ujar Marlin. Pertamina NRE Kejar Manfaat yang Nyata Bantuan untuk SD Negeri Alak menjadi bagian dari komitmen Pertamina NRE dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan berbasis kebutuhan penerima manfaa

“Pengeboran menjadi salah satu langkah konkret PGE dalam mengembangkan pemanfaatan energi panas bumi, baik untuk membuka potensi kapasitas baru maupun mengoptimalkan aset yang telah beroperasi. Bagi PGE, menjaga produksi dan ketersediaan pasokan uap sama pentingnya dengan mengembangkan kapasitas baru,” jelasnya. (DIN/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Anak Muda Rokan Hilir Dapat Tiket Masuk Industri Migas, Modalnya Sertifikat Las BNSP!

Bengkalis, Situsenergi.com Peluang menembus dunia kerja industri migas kini semakin terbuka bagi...

Bukan Cuma Cari Cuan! UMKM Binaan Pertamina Kini Buka Rezeki untuk Banyak Orang

Jakarta, Situsenergi.com Program pembinaan UMKM Pertamina menunjukkan dampak lebih luas dari sekadar...

Jambi Bidik Potensi Migas Baru, Sumur Rakyat Ikut Jadi Sorotan!

Jambi, Situsenergi.com Pemerintah Provinsi Jambi bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona...

Pertamina Hulu Energi Unjuk Gigi di Abu Dhabi, Bidik Peluang Bisnis Migas Global!

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina Hulu Energi (PHE) semakin agresif memperkuat posisi bisnis hulu...