Home MIGAS Kampung Binaan Pertamina Lubricants Raup Rp200 Juta dari Sampah
MIGAS

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Raup Rp200 Juta dari Sampah

Share
Kampung Binaan Pertamina Lubricants Raup Rp200 Juta dari Sampah
Share

Jakarta, situsenergi.com

Kampung Cemara di Gang Hijau Cemara, Koja, Jakarta Utara, mengubah pengelolaan sampah menjadi sumber ekonomi warga. Program binaan Pertamina Lubricants itu kini menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp150 juta-Rp200 juta per tahun.

Ketua Kelompok Pengelola Gang Hijau Cemara Dani Arwanto mengatakan dukungan Pertamina Lubricants membuat berbagai kegiatan lingkungan terus berkembang sejak 2022.

“Sejak tahun 2022 sampai saat ini kegiatan dan program yang ada di tempat kami terus berlanjut dan semakin meningkat,” kata Dani.

Sampah Jadi Penggerak Ekonomi

Warga mengolah sampah organik menjadi maggot, pakan ternak dan ikan, serta pelet biomassa. Pengelolaan tersebut terhubung dengan bank sampah, UMKM, TOSS, dan Bengkel Sampah.

Konsep ekonomi sirkular juga masuk ke sektor pendidikan melalui Green PAUD Cemara. Orang tua siswa membayar pendidikan dengan menyetorkan dua kilogram sampah setiap bulan.

“Wali murid juga kami berikan edukasi untuk peduli terhadap lingkungan,” ujar Dani.

Program berbasis komunitas tersebut mampu mengurangi sampah yang masuk ke TPA sekitar 30%-40%. Selain itu, rumah pangan dan budidaya buah serta ikan menghasilkan sekitar 1-1,5 ton pangan lokal per tahun.

Tukar Sampah untuk Ganti Oli

Corporate Secretary Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi mengatakan Kampung Cemara menggabungkan manfaat lingkungan dengan peluang ekonomi.

“Di Kampung Cemara ini ada banyak program ramah lingkungan yang di satu sisi menjaga lingkungan, dan di sisi lain memberikan manfaat ekonomi untuk masyarakat sekitarnya,” ujar Rika.

Salah satu inovasinya hadir melalui Bengkel Cemara. Warga dapat membayar jasa penggantian oli dengan tabungan sampah sekitar lima kilogram.

“Dalam satu bulan mereka sudah bisa mengganti oli tanpa menggunakan uang, tetapi memanfaatkan tabungan sampah,” kata Rika.(*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pertamina Drilling Bidik Aljazair dan Irak, Siapkan Jurus Ekspansi Global

Jakarta, situsenergi.com Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) terus memperluas bisnis jasa...

SKK Migas Utamakan Langkah Preventif Dalam Menghetikan Pencurian Aset di Sumbagsel 

Palembang, situsenergi.com  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) terus melakukan langkah stratrgis,  antisipatif dan kkordinatif guna untuk menurunkan angka kejahatan berupa perusakan dan pencurian tethadap infrastruktur perusahaan minyak di Sumatera Selatan (Sumsel) pasca pengungkapan temuan kejahatan oleh Polri di wilayah hukum Sumsel, baru-baru ini.  Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto menjelaskan, pihaknya secara masif terus berkoordinasi serta memperkuat bentuk kerja sama dengan jajaran penegak hukum Polri, TNI dan Kejaksaan sebagai langkah strategis pengamanan aset-aset negara di wilayah hukum Sumsel.  “Kami terus berupaya untuk meningkatkan pengamanjan aset negara, khususnya...

Pemprov Riau Minta PHR Perbaiki Jalan Rusak di Wilayah Kerja Perusahaan 

Riau, Situsenergi.com  Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menerima jajaran pimpinan Pertamina Hulu Rokan (PHR), sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan.  SF Hariyanto, menganggap langkah ini penting untuk menyatukan komitmen bersama dalam mendorong percepatan pembangunan di Provinsi Riau.  “Terima kasih sudah datang ke sini, saya senang bisa bersilaturahmi dengan Pak Direktur serta jajarannya karena sudah lama kita tidak bertemu,” ujar Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, dikutip dari siaran pers Pemda Riau, Jumat (14/8).  Ditambahkannya, pembangunan infrastruktur di daerah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah secara mandiri tanpa keterlibatan pihak swasta. Pihaknya mengharapkan kontribusi nyata dari PHR, khususnya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk perbaikan jalan rusak di wilayah kerja perusahaan.  “Kita tahu bersama untuk membangun Riau ini tentu tidak bisa dilakukan sendiri, diperlukan sinergi dan kolaborasi,” kata SF Hariyanto menambahkan.  Pemprov Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang tergabung dalam Tim Satgas juga menyatakan kesiapannya dalam membantu mengatasi berbagai kendala operasional PHR. Pihak perusahaan diimbau untuk aktif berkoordinasi guna mencari solusi bersama demi percepatan produksi migas nasional.  Sementara, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhammad Arifin, mengapresiasi dukungan Pemprov Riau terhadap kelancaran kegiatan operasional perusahaan di wilayah Riau. Pihaknya juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait persetujuan ketentuan fiskal (fiscal terms) baru dari pemerintah pusat untuk operasional PHR.  “Alhamdulillah kita bisa bertemu hari ini, kami mengucapkan syukur karena pemerintah telah menyetujui fiscal terms yang baru untuk operasional kami,” kata Muhammad Arifin sembari menambahkan, “Penyesuaian ketentuan fiskal tersebut mengikuti dinamika peningkatan produksi migas.” (mk)

Pertamina Lubricants Gaspol Otomatisasi Pabrik, Bidik Pasar Global

Jakarta, situsenergi.com Pertamina Lubricants memperkuat daya saing bisnis pelumas lewat teknologi otomatisasi...