Medan, Situsenergi.com
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memperkuat monitoring distribusi BBM di Aceh, Riau, dan Kepulauan Riau untuk menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat. Langkah ini dilakukan secara berkelanjutan agar setiap dinamika operasional dapat direspons lebih cepat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pengawasan tidak hanya difokuskan pada wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan, tetapi juga seluruh area layanan.
“Kami terus memperkuat monitoring di seluruh wilayah operasional Regional Sumbagut. Upaya ini dilakukan agar keandalan pasokan BBM tetap terjaga dan masyarakat dapat terus memperoleh layanan energi secara optimal,” ujar Fahrougi.
Di Aceh, Pertamina meningkatkan jam operasional Integrated Terminal Lhokseumawe dan Fuel Terminal Krueng Raya dari rata-rata delapan jam menjadi 14 jam per hari, termasuk pada Minggu. Frekuensi pengiriman mobil tangki juga naik sekitar 65 persen serta diperkuat dengan skema alih suplai antarterminal.

Sementara di Riau, Pertamina memantau stok BBM dan kelancaran distribusi melalui Jalur Lintas Sumatera sebagai koridor logistik utama. Adapun di Kepulauan Riau, perusahaan memastikan stok tetap aman dan penyaluran ke seluruh SPBU berlangsung lancar.
Fahrougi menegaskan Pertamina terus bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, Hiswana Migas, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam menjaga keandalan distribusi energi. Pertamina akan terus melakukan evaluasi dan langkah antisipatif agar masyarakat tetap memperoleh layanan energi yang aman, lancar, dan berkelanjutan,” katanya. (*)
Leave a comment