Timor Tengah Selatan, situsenergi.com
Kabar baik datang dari Dusun Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Nusa Tenggara Timur. Setelah bertahun-tahun hidup dengan penerangan terbatas, kini sebanyak 149 kepala keluarga mulai menikmati listrik PLN selama 24 jam penuh melalui Program Listrik Desa (Lisdes).
Perubahan ini langsung membawa dampak besar bagi kehidupan warga. Anak-anak yang sebelumnya belajar dengan lampu pelita kini dapat mengerjakan tugas sekolah dengan penerangan yang lebih nyaman.
“Kalau dulu malam langsung gelap, anak-anak cepat tidur. Sekarang lampunya terang, mereka bisa duduk belajar lebih lama di meja,” kata Mama Maria, warga Noemuke.
Tak hanya sektor pendidikan, hadirnya listrik juga membuka peluang ekonomi baru. Yohanes, pemilik warung kelontong di dusun tersebut, berencana membeli kulkas agar dapat menjual es batu dan minuman dingin untuk menambah penghasilan keluarga.
Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, berharap kehadiran listrik dapat membantu warga mengembangkan usaha rumahan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan listrik bukan sekadar infrastruktur, melainkan fondasi pemerataan pembangunan dan penggerak ekonomi masyarakat.
Untuk menghadirkan listrik di wilayah berbukit tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 1,03 kilometer sirkuit, Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 4,9 kilometer sirkuit, serta gardu distribusi berkapasitas 50 kVA.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menjelaskan pembangunan dilakukan bertahap karena kondisi geografis yang menantang.

Kini, malam di Noemuke tak lagi identik dengan kegelapan. Cahaya yang menyala di 149 rumah warga membuka harapan baru bagi pendidikan, usaha kecil, dan masa depan masyarakat setempat. (*)
Leave a comment