Jakarta, situsenergi.com
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN membuka 2026 dengan kinerja solid. Emiten gas pelat merah itu membukukan laba bersih USD90,4 juta pada kuartal I 2026, melonjak 46% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Lonjakan laba ditopang kenaikan laba kotor 12% secara tahunan, seiring turunnya beban pokok sekitar 7%, serta membaiknya beban keuangan dan selisih kurs. Di tengah dinamika pasar energi global, PGN juga menjaga pendapatan di level USD240,6 juta, terutama dari bisnis niaga dan infrastruktur gas bumi.
Kinerja operasional ikut menopang pertumbuhan. Penyaluran gas tercatat 777 BBTUD, sedangkan transmisi mencapai 1.539 MMSCFD. Keandalan infrastruktur bahkan terjaga di level 99,9%, menopang layanan bagi lebih dari 825 ribu pelanggan.
Direktur Keuangan PGN Catur Dermawan menegaskan fondasi bisnis domestik menjadi penopang utama ketahanan kinerja perseroan.
“Model bisnis berbasis domestik dan portofolio yang seimbang memungkinkan PGN tetap menjaga kinerja yang stabil di tengah dinamika energi global,” ujar Catur.
Tak hanya laba tumbuh, PGN juga mencatat arus kas operasional positif sebesar USD86,9 juta dengan rasio keuangan yang tetap sehat. Ini menjadi sinyal ruang ekspansi PGN masih terbuka.
Ke depan, PGN menyiapkan penguatan jaringan pipa, pengembangan LNG dan CNG, serta perluasan jaringan gas rumah tangga atau jargas. Langkah itu diarahkan untuk memperkuat transisi energi sekaligus mendukung target Net Zero Emission.

Kinerja kuartal pertama ini memperlihatkan bisnis gas bumi tetap resilien, sekaligus menegaskan PGN menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan sektor energi global. (DIN/GIT)
Leave a comment