Jakarta, Situsenergi.com
PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mulai membangun kapal Utility Boat 22 Pax bersama PT Tesco Indomaritim melalui prosesi keel laying di Babelan, Bekasi. Langkah ini menjadi strategi penting untuk memperkuat distribusi energi nasional, terutama di wilayah maritim.
Direktur Utama PTK, I Ketut Laba, menegaskan bahwa penambahan armada menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan operasional. “Kami melakukan peremajaan dan penambahan kapal secara bertahap dan selektif sesuai kebutuhan pelanggan, bekerja sama dengan galangan nasional melalui proses yang transparan,” ujarnya.

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam distribusi energi. Lebih dari 60% distribusi bergantung pada jalur laut, sehingga kehadiran kapal pendukung seperti Utility Boat menjadi krusial untuk mengangkut logistik dan personel di sektor migas lepas pantai.
Direktur Armada PTK, Dewi Susanti, menekankan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama sejak tahap desain. Ia memastikan seluruh proses mengacu pada standar tinggi serta regulasi Badan Klasifikasi Indonesia.

Selain itu, proyek ini juga mendorong penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan melibatkan galangan nasional. Direktur PT Tesco Indomaritim, Jamin Basuki, memastikan pengerjaan berjalan sesuai standar. “Kami memahami kapal ini memiliki peran penting dalam sistem energi, sehingga setiap proses kami jalankan dengan disiplin,” katanya.
PTK menargetkan kapal selesai pada 2027. Kehadiran armada baru ini diharapkan meningkatkan efisiensi layanan marine sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. (*)
Leave a comment