Jakarta, situsenergi.com
PT Pertamina (Persero) menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengembangkan energi bersih dari sampah. Kolaborasi ini mencakup produksi hidrogen rendah karbon, biomethane, dan biofuel.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama di Bandung pada 29 Juli 2026. Salah satu fokusnya ialah memanfaatkan methane dari sampah di TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina Emma Sri Martini mengatakan sampah akan diolah menjadi biogas. Selanjutnya, biogas itu dimurnikan menjadi biomethane dan diproses menjadi hidrogen.

“Kerja sama ini mencakup berbagai bidang, salah satunya pengelolaan sampah di kawasan TPA Sarimukti. Sampah yang diolah nantinya akan menghasilkan biogas, kemudian dikembangkan menjadi hidrogen dan biomethane,” ujar Emma.
Pertamina juga menggandeng Pertamina NRE, Subholding Gas, dan mitra internasional Hyundai dari Korea Selatan. Kolaborasi tersebut mencakup penyediaan bahan baku, pengolahan, infrastruktur, distribusi, hingga komersialisasi energi.
Di sisi lain, Pemprov Jabar melakukan groundbreaking PSEL Legok Nangka. Fasilitas ini ditargetkan beroperasi pada 2029 dengan kapasitas sekitar 40 MW dan kemampuan mengolah sekitar 2.000 ton sampah per hari.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan proyek tersebut dapat membantu menyelesaikan persoalan sampah sekaligus menyediakan energi bersih.
“Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih baik, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sekaligus menghasilkan energi bersih secara berkelanjutan,” kata Yuliot. (*)
Leave a comment