Home Uncategorized Gas Lapangan Mako Resmi Digarap! Pasokan 111 MMSCFD untuk Listrik Batam Dijamin 10 Tahun
Uncategorized

Gas Lapangan Mako Resmi Digarap! Pasokan 111 MMSCFD untuk Listrik Batam Dijamin 10 Tahun

Share
Gas Lapangan Mako Resmi Digarap! Pasokan 111 MMSCFD untuk Listrik Batam Dijamin 10 Tahun
Share

Jakarta, situsenergi.com

Kabar penting datang dari sektor energi nasional. Proyek pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung resmi memasuki tahap investasi penuh setelah memperoleh Final Investment Decision (FID). Keputusan ini memastikan pasokan gas sebesar 111 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk kebutuhan kelistrikan selama 10 tahun ke depan.

Kepastian pasokan tersebut diperoleh oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dari Lapangan Mako yang dioperasikan West Natuna Exploration Limited. Lapangan gas ini berada di lepas pantai Natuna, Kepulauan Riau.

FID Jadi Tonggak Penting Proyek Gas Natuna

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menegaskan bahwa persetujuan FID menjadi tahap krusial bagi pengembangan proyek migas nasional.

Menurutnya, keputusan investasi ini menandai kesiapan proyek untuk masuk ke tahap konstruksi hingga eksekusi penuh.

“Persetujuan FID ini menjadi tonggak penting yang menegaskan kesiapan proyek untuk memasuki tahap konstruksi dan eksekusi penuh dalam upaya peningkatan lifting gas nasional,” ujar Djoko, Jumat (6/2/2026).

Lapangan Gas Mako ditargetkan mulai berproduksi pada 2027. Produksi gas dari proyek ini akan menjadi salah satu sumber pasokan penting bagi pembangkit listrik, terutama di wilayah Batam.

Pasokan Gas untuk Listrik Batam dan Sumatra

Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia, Rakhmad Dewanto, memastikan pasokan gas tersebut sesuai dengan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) yang ditandatangani pada Juli 2025.

Gas dari Lapangan Mako akan digunakan untuk mendukung sistem kelistrikan di Batam serta wilayah Sumatra Bagian Tengah.

“Dengan tercapainya FID ini, target tata waktu pasokan gas dalam PJBG dapat terpenuhi untuk memastikan pasokan gas bagi kelistrikan, khususnya di wilayah Batam dan Sumatra Bagian Tengah,” kata Rakhmad.

Infrastruktur Pipa Gas Sedang Dibangun

Agar distribusi gas berjalan lancar, PLN EPI juga mempercepat pembangunan infrastruktur energi. Salah satunya melalui proyek pipa gas WNTS–Pemping yang menghubungkan Natuna dengan sistem kelistrikan Batam.

Proyek jaringan pipa ini ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026. Kehadiran infrastruktur tersebut akan memperkuat jalur distribusi gas sekaligus mendukung stabilitas pasokan energi di wilayah tersebut.

Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, menilai proyek ini memiliki peran strategis bagi masa depan energi nasional.

“Pengembangan infrastruktur gas ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendukung upaya transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan masuknya proyek Lapangan Mako ke tahap investasi penuh, sektor energi Indonesia mendapatkan tambahan sumber gas baru. Pasokan ini diharapkan mampu menjaga keandalan listrik sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang. (DIN/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

BLOK MASELA: Akhirnya Presiden Prabowo Mengeksekusinya

Oleh : Gunawan Adji* “Mengapa sebuah proyek strategis nasional dapat tertunda selama...

HILIRISASI BATU BARA: Mitigasi Risiko—DME vs. Syngas

Serial Pemikiran Hilirisasi Batu Bara Oleh: Gunawan Adji* “Semakin besar investasi negara,...

PHE Genap 19 Tahun, Kuasai 65 Persen Produksi Minyak Nasional dan Perkuat Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menandai usia ke-19 dengan memperkuat...

Pertamina Drilling Dorong Green Drilling Lewat Sustainability Talk pada Hari Lingkungan Hidup 2026

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia memperkuat komitmen terhadap operasional ramah...