Jakarta, situsenergi.com
PT Pertamina (Persero) kembali menekan pedal dukungan untuk usaha mikro dan kecil. Lewat program Pertamina UMK Academy, perusahaan energi pelat merah ini menyalurkan hibah teknologi tepat guna senilai Rp900 juta kepada 100 pelaku UMK agar produksi makin efisien dan bisnis kian kompetitif.
Bantuan tersebut menyasar 25 peserta kategori Champion dan 75 Nominator UMK Academy. Fokusnya jelas: mendorong UMK naik kelas, memperkuat kemandirian usaha, serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhamad Baron, menyebut program ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita poin ketiga yang menekankan penciptaan lapangan kerja berkualitas dan penguatan kewirausahaan. “Melalui pelatihan, pendampingan, dan hibah alat produksi yang tepat guna, kami berharap UMKM binaan tumbuh lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Baron.
Dari total hibah Rp900 juta, Pertamina telah merealisasikan Rp555 juta. Sisanya ditargetkan tuntas disalurkan pada Januari ini. Setiap penerima mendapatkan peralatan produksi sesuai kebutuhan usahanya, sehingga kualitas produk meningkat dan proses kerja makin efisien.

Tak hanya alat, UMK Academy juga membekali peserta dengan pelatihan bisnis serta pendampingan berkelanjutan. Strategi ini dirancang untuk memperkuat ekosistem UMK nasional agar lebih siap bersaing.
Baron menegaskan dampak jangka panjang menjadi tujuan utama program ini. “Kami berharap sinergi melalui Pertamina UMK Academy terus berlanjut, sehingga UMKM Indonesia semakin naik kelas dan berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Melani Septina, pemilik usaha sepatu NOBF asal Mojokerto. Ia menerima hibah mesin jahit, mesin seset, mesin press, dan mesin gauge yang mempercepat pengembangan produk.
“Dengan dukungan alat dan pembekalan bisnis, kami kini bisa mengembangkan produk lebih optimal, memiliki workshop dan mini store, serta membuka kolaborasi dengan pengrajin sepatu di Mojokerto,” ujar Melani.

Selain itu, akses pameran yang difasilitasi Pertamina turut membuka pasar baru dan memperkuat branding UMK lokal. Langkah ini menegaskan komitmen Pertamina mendukung SDGs dan target Net Zero Emission 2060 melalui penerapan prinsip ESG di seluruh lini bisnisnya. (*)
Leave a comment