Home ENERGI Jaga Suplai Bahan Baku Minerba, Kementerian ESDM: Perlu Eksplorasi Sumber Daya di Sisi Hulu
ENERGI

Jaga Suplai Bahan Baku Minerba, Kementerian ESDM: Perlu Eksplorasi Sumber Daya di Sisi Hulu

Share
Share

Jakarta, situsenergi.com

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan diperlukan eksplorasi sumber daya dari sisi hulu supaya tetap menjaga suplai bahan baku mineral dan batu bara (minerba) bagi industri yang tengah melakukan hilirisasi di sektor tersebut.

Menurut Subkoordinator Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Sektor Batu Bara Kementerian ESDM Yunita Siti Indarwati, hal itu dilakukan mengingat cadangan mineral seperti nikel, tembaga, bauksit, timah, emas-perak, besi, dan batu bara terbatas. 

“Umur cadangan nikel di Indonesia berkisar sembilan tahun, tembaga 22 tahun, bauksit 76 tahun, timah 20 tahun, emas dan perak memiliki umur cadangan masing-masing 269 serta 211 tahun, pasir besi 142 tahun, bijih besi 270 tahun, serta umur cadangan batu bara 41 tahun. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya dari sisi hulu untuk menemukan cadangan-cadangan baru mengenai eksplorasi agar industri-industri yang sudah mulai berjalan ini nanti tidak mengalami kesulitan dari suplainya,” papar Yunita di Jakarta, Rabu.

Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan upaya-upaya untuk menjaga ketahanan mineral dan batu bara, seperti pencarian area prospek baru yang dilakukan melalui kajian mineralisasi potensi sumber daya yang dilakukan oleh Badan Geologi, BRIN, dan akademisi, serta melakukan penyelidikan umum untuk menemukan prospek baru.

“Selanjutnya, kami juga mendorong peningkatan sumber daya dan cadangan mineral dengan menerapkan optimalisasi eksplorasi oleh pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan sinkronisasi pelaksanaan peraturan antar kementerian/lembaga terkait,” tukasnya.

Selain itu, kata Yunita, pihaknya juga menyusun kriteria sumber daya minimal sebagai persyaratan kelayakan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) untuk dilelang.

“Sedangkan untuk optimalisasi sumber daya mineral yang ada, dilakukan melalui penentuan metode ekstraksi yang sesuai, inventarisasi potensi mineral ekonomis, serta pengoptimalan pemanfaatan sumber daya dalam proses ekstraksi dan pemurnian,” pungkasnya.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sengketa LNG PGN-Gunvor Memanas, Pengamat Desak PGN Buktikan Force Majeure

Jakarta, situsenergi.com Sengketa pasokan liquefied natural gas (LNG) antara PT Perusahaan Gas...

Arahan Danantara, PGN Mulai Rambah Bisnis Hilir Gas

Jakarta, situsenergi.com PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mulai mengubah arah...

Bank Tanah Sediakan Lahan untuk PLTS 100 GWp

Jakarta, situsenergi.com Badan Bank Tanah menyiapkan lahan seluas 76 hektare di Kabupaten...

Gempa NTT Guncang Layanan Kesehatan, ESDM Kirim 48 Genset ke 7 Kabupaten

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengirimkan 48 genset...