Home ENERGI Demi Industri Pupuk Nasional, Komisi VII DPR Minta Kementrian ESDM Rampungkan Proyek Jargas
ENERGI

Demi Industri Pupuk Nasional, Komisi VII DPR Minta Kementrian ESDM Rampungkan Proyek Jargas

Share
Permen ESDM 4/2018 Jadi Acuan Penetapan RIJTDGBN 2022-2031
Share

Jakarta, situsenergi.com

Untuk bisa memasok gas secara merata dan memenuhi kebutuhan industri pupuk nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diminta untuk segera merampungkan proyek pipa jaringan gas (jargas) nasional.

“Kami sedang menggali kendala-kendala dari Kementerian ESDM soal gas. Jadi harus sinergi satu sama lain, bukan hanya antar-BUMN, melainkan antar-kementerian,” kata Wakil Ketua Komisi VII DPR Bambang Haryadi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat (26/4).

Menurut Bambang, bahan baku untuk memproduksi pupuk adalah gas alam, sehingga distribusi gas yang merata merupakan kunci untuk mendukung ketersediaan pupuk nasional.

Bambang mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk segera menuntaskan proyek jargas nasional demi menjaga terpenuhinya kebutuhan gas alam bagi para pelaku industri pupuk.

“Proyek jargas nasional ini kan salah satu program Kementerian ESDM untuk menyalurkan gas dari Timur ke Barat,” kata dia.

Lebih jauh ia mengungkapkan, saat bertemu dengan manajemen PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (17/4), Bambang mengatakan bahwa pabrik pupuk tersebut mengaku kesulitan mendapat pasokan bahan baku gas.

“Di Sumatera, pasokan gas memang menjadi persoalan, padahal di area Jawa Timur, produksi gas itu surplus,” ucapnya.

Kepada Pusri, Bambang meminta produsen pupuk tersebut agar mampu memaksimalkan pasokan gas yang diperolehnya.

“Sebab, beberapa lini produksi perusahaan pupuk di Indonesia memang perlu revitalisasi untuk memperoleh jumlah produksi yang ditargetkan,” tukasnya.

Perluasan jaringan gas bumi sendiri merupakan upaya untuk meningkatkan pemanfaatan energi domestik dan ramah lingkungan menuju target net zero emission (NZE). Selain itu, beban subsidi impor energi dapat dikurangi, yang salah satunya dengan kolaborasi berbagai pihak dalam pemanfaatan gas bumi di Indonesia.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...