Home ENERGI Pengembangan Energi Hidrogen Miliki Potensi Pasar Menarik
ENERGI

Pengembangan Energi Hidrogen Miliki Potensi Pasar Menarik

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Pemerintah terus melakukan upaya agar transisi energi fosil menuju energi baru terbarukan (EBT) menjadi mulus diantaranya pengembangan hidrogen di dalam negeri.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha menjelaskan bahwa hidrogen merupakan salah satu energi baru yang tercantum dalam matriks Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

“Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan hidrogen karena Indonesia memiliki pangsa pasar yang tinggi dalam kendaraan berat seperti bus, truk, dan kereta api,” kata Satya dalam pernyataannya dikutip Minggu (26/02/2023).

Di era transisi energi, kata dia, peran pemanfaatan hidrogen menjadi penting dalam pemenuhan kebutuhan energi bersih untuk mencapai kondisi Net Zero Emission.

Dalam peta jalan pengembangan hidrogen, Indonesia menargetkan pemanfaatan hidrogen sebesar 52 GW pada tahun 2060 mendatang.

“Indonesia sendiri telah mengerjakan sejumlah riset dan penelitian untuk fuel cell dan electrolyzer serta mengimplementasikannya di sektor transportasi,” kata dia.

Satya menjelaskan bagaimana tren yang diperkirakan akan terjadi di masa depan dengan memanfaatkan momentum keamanan energi untuk akuisisi sumber daya gas alam dan infrastruktur yang memadai.

Percepatan transisi energi mendorong investasi dalam usaha mengkomersialisasikan teknologi energi baru yang bersih, seperti CCUS dan hidrogen.

“Pada tahun 2060 kapasitas pembangkit energi baru terbarukan ditargetkan sebesar 700 GW yang berasal dari solar, hydro, bayu, bioenergi laut dan panas bumi termasuk hidrogen dan nuklir,” kata dia.

Binis Parasit Solar Campuran Minyak Sawit

Pembangkit panas bumi diperkirakan akan mencapai 22 GW yang didorong dengan pengembangan bisnis baru. Namun demikian, belum tersedianya teknologi penyimpanan hidrogen serta tingginya biaya produksi hidrogen menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan hidrogen di Indonesia. (SA/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...