Home ENERGI Masuk Skema Perhitungan Tarif Listrik, HBA Akan Timbulkan Gejolak
ENERGI

Masuk Skema Perhitungan Tarif Listrik, HBA Akan Timbulkan Gejolak

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Rencana pemerintah yang akan memasukkan Harga Batubara Acuan (HBA) dalam skema penghitungan tarif listrik adjustment dianggap sebagai cara berpikir yang sesat. Sebab hal itu hanya akan berdampak pada beban produksi bagi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN.

Pengamat energi, Ferdinand Hutahaean, mengatakan dampak dari kenaikan biaya pokok produksi (BPP) PLN tersebut sudah dapat dipastikan kedepan akan dibebankan ke konsumen.

Sebab kenaikan harga batubara yang signifikan akhir-akhir ini akan mengerek perhitungan BPP penyediaan listrik karena 60 persen pembangkit listrik masih mengandalkan dari batubara.

“Kalau kontrak baru nanti pengiriman batubara kan akan mengikuti batubara acuan, tentu beban PLN akan naik, biaya produksi listrik akan naik, nah beban ini akan dibebankan ke siapa tentu akan dibebankan ke konsumen, kembali rakyat yang akan jadi korban,” kata Ferdinand di Jakarta, Rabu (14/2).

Menurutnya, rencana kebijakan itu hanya akan membuat perusahaan batubara untung, sementara PLN dan rakyat akan terus buntung. Menurutnya tidak ada faktor pemicu bagi perusahaan tambang batubara untuk memaksa menaikkan HBA terhadap PLN. Sebab upah kerja, biaya listrik dan juga BBM tidak mengalami kenaikan. Sehingga desakan agar HBA bagi PLN dinaikkan menyesuaikan HBA internasional sangat tidak berdasar.

“Inikan menguntungkan pengusaha tetapi menjadi beban rakyat. Berapa sih kenaikan pendapatan negara dari kenaikan batubara itu saya pikir tidak besar, lebih besar pendapatan keuntungan pengusaha daripada yang didapat negara, lantas kenapa pemerintah memberanikan diri untuk itu,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Ferdinand mendesak pemerintah untuk melakukan kontrol dan mengatur harga batubara untuk PLN. Kalaupun pemerintah tidak mampu menurunkan harga batubara, pemerintah harus bisa menjaga level harga batubara tetap stagnan agar beban PLN tidak semakin besar.

“Kalau mau listrik lebih murah ya harusnya harga acuananya ditetapkan atau kalau tidak diturunkan ya ditahan disitu karena harga batubara kita ini cukup tinggi, saya pikir pengusaha udah dapat untung karena mereka ambil dari bumi dan bumi tidak menaikan harga,” pungkasnya. (AY)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...