Home ENERGI KESDM: Penyusunan Grand Strategy Energy Nasional Masuk Tahap Pematangan
ENERGI

KESDM: Penyusunan Grand Strategy Energy Nasional Masuk Tahap Pematangan

Share
Share

Jakarta,situsenergi.com

Dalam rangka meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyusun grand strategy energy nasional yang sedang pada tahap pematangan dan pendetailan, yakni memuat strategi untuk menjawab tantangan saat ini seperti ikhtiar mengurangi impor BBM.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan,
untuk menurunkan impor BBM,pemerintah merencanakan sejumlah strategi di antaranya penggunaan kendaraan berbasis baterai dan penggunaan biodiesel yang terus dipertahankan serta ditingkatkan dengan mengoptimalkan produksi bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel dalam negeri.

“Dengan berbagai kebijakan tersebut, diharapkan pada tahun 2027 kita tidak lagi impor BBM, sehingga kita dapat menghemat devisa serta dapat meningkatkan kesejahteraan petani sawit melalui program mandatori BBN,” kata Menteri Arifin dalam webinar bersama Majalah Sawit Indonesia, di Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Namun menurutnya, untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, maka sumber-sumber energi alternatif perlu dioptimalisasi.

“Saat ini, konsumsi energi nasional kita masih didominasi oleh sumber energi fosil. Indonesia berada dalam situasi di mana konsumsi BBM lebih tinggi dari kapasitas produksinya, sehingga mengakibatkan peningkatan tingkatan impor minyak dan defisit neraca perdagangan,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa bauran energi primer Indonesia kini didominasi energi fosil yang memasok kurang lebih 90 persen dari produksi energi dalam negeri. Sedangkan pencapaian bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) tahun 2020 hanya berada di kisaran 11,2 persen.

“Di sisi lain, komitmen global juga sangat kuat untuk menegaskan tujuan jangka panjang menahan kenaikan suhu global di bawah 1,5 derajat celcius. Oleh karena itu, Presiden (Joko Widodo) menegaskan komitmen Indonesia untuk mengurangi 29-41 persen emisi nasional pada tahun 2030,” paparnya.

Kementerian ESDM sendiri telah merumuskan peta jalan menuju Nett Zero Emission (NZE) di sektor energi yang menguraikan upaya untuk pengembangan EBT, pengurangan bahan bakar fosil, dan penerapan teknologi bersih untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2060 ataupun lebih cepat apabila mendapatkan dukungan internasional.

“Ada sejumlah hal yang menjadi paling penting dalam peta jalan menuju NZE di tahun 2060 ialah pengembangan EBT yang diupayakan mencapai 100 persen dalam bauran energi nasional,” ujarnya.

“Selanjutnya, mengurangi emisi antara lain melalui retirement Pembangkit Listrik dalam hal ini PLTD dan PLTU, serta pengurangan konsumsi energi fosil baik di sektor residensial, transportasi, maupun sektor pembangkit listrik,” tutup Menteri Arifin.(ERT/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PTBA dan PNRE Jajaki PLTS di Lahan Pascatambang

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) bersama PT Pertamina New...

KII Gandeng OMS Italia, Industri Valve Nasional Siap Naik Kelas Lewat Alih Teknologi

Cikarang, situsenergi.com PT Katup Industri Indonesia (KII) memperkuat langkahnya di industri manufaktur...

Penyesuaian Regulasi Harga LNG Diperlukan Demi Jaga Daya Saing Industri Nasional

Jakarta, situsenergi.com Lonjakan harga LNG global menekan pasar energi dunia. Kerusakan fasilitas...

PTBA Tebar Dividen Jumbo Rp1,32 Triliun, Pemegang Saham Auto Cuan!

Jakarta, situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memutuskan membagikan dividen tunai...