Home MINERBA Dirjen Minerba Sebut Pembangunan Empat Smelter Selesai Tahun Ini
MINERBA

Dirjen Minerba Sebut Pembangunan Empat Smelter Selesai Tahun Ini

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Kementerian ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) mengkonfirmasi bahwa salah satu smelter yang dibangun oleh PT Antam (Persero) Tbk memang tengah mengalami kendala pasokan listrik. Akibatnya smelter yang dibangun dengan biaya Rp3,5 triliun ini hingga kini belum dapat berproduksi.

Dirjen Mineral dan Batubara (Minerba), Ridwan Djamaluddin, mengatakan bahwa saat ini progres pembangunan pabrik pemurnian feronikel di Halmahera Timur, Maluku Utara ini telah mencapai 97,7 persen. Untuk menyelesaikan persoalan ini, Kementerian ESDM terus mendorong agar Antam dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN segera melakukan perundingan untuk mencapai kesepakatan sehingga aliran listrik bisa terpenuhi. Dengan begitu diharapkan smelter ini segera berproduksi maksimal akhir tahun 2021 ini.

“Pembangunan smelter Antam sudah selesai secara fisik tapi pasokan listrik belum ada sehingga belum bisa beroperasi, kami sedang mengupayakan agar Antam segera kerja sama dengan PLN untuk segera diselesaikan,” kata Ridwan dalam konferensi pers virtual, Selasa (26/10/2021).

Ridwan menambahkan bahwa tahun ini ditargetkan empat smelter bisa selesai dibangun dan beroperasi. Selain smelter milik ANTM, tiga smelter lain yang sudah selesai dibangun adalah PT Smelter Nikel Indonesia di Banten, PT Cahaya Modern Metal Industri dan PT Kapuas Prima Citra. Meski telah selesai namun hanya ada satu smelter yang sudah mulai beroperasi karena tiga smelter lainnya masing-masing memiliki hambatan.

“Dari empat smelter ini hanya smelter punya PT Cahaya Modern Metal Industri (di Banten) yang telah selesai dibangun dan telah melakukan produksi,” sambungnya.

Untuk PT Smelter Nikel Indonesia di Banten meski telah selesai dibangun namun belum bisa melanjutkan produksinya dan hanya sebatas uji coba produksi. Hal itu karena perusahaan ini kekurangan pembiayaan untuk memulai produksi secara terus menerus. Kemudian untuk PT Kapuas Prima Citra di Kalimantan Tengah telah terbangun 99,8 persen dan saat ini sedang menunggu tenaga ahli dari China untuk melakukan produksi.

“Harusnya keempat smelter itu selesai dan berproduksi di tahun 2021 namun beberapa mengalami kendala, untuk Smelter Nikel Indonesia ada kendala finansial dan masih perlu dukungan pendanaan dari institusi keuangan,” pungkas dia. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

ESDM Kaji Hilirisasi Batubara Rendah Kalori Jadi Migas

Jakarta, Situsenergi.com Pemerintah berencana mengoptimalkan pemanfaatan batu bara berkalori rendah (low kalori)...

Bikin Heboh! Raksasa Alat Berat Resmi Gandeng ABC Multifinance di Mining Indonesia 2026

​JAKARTA, Situsenergi.com Ajang pertambangan terbesar, Mining Indonesia 2026, resmi dibuka di Jakarta...

PTBA Targetkan Proyek Hilirisasi Batubara Digarap Tahun Depan

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam Tbk (PTBA) komitmen menjalankan proyek hilirisasi batubara...

Timah Rakyat Tetap Dibeli, Pemerintah Siapkan Aturan Baru

Jakarta, Situsenergi.com Pemerintah mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan tata kelola pertimahan...