Home MIGAS Jangan Sampai Pertamina Terus Merugi, Harga Pertamax dan Pertalite Harus Disesuaikan!
MIGAS

Jangan Sampai Pertamina Terus Merugi, Harga Pertamax dan Pertalite Harus Disesuaikan!

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Fakta mencengangkan diungkap oleh Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Soerjaningsih terkait harga BBM non Subsidi Pertalite. Menurutnya, harga keekonomian Premium saat ini seharusnya sudah berada di kisaran Rp 9.000 per liter dan Pertalite di atas Rp 11.000 per liter.

Padahal, kondisi di lapangan saat ini, harga jual bensin Premium (RON 88) di SPBU masih berada di angka Rp 6.450 per liter dan Pertalite (RON 90) sebesar Rp 7.650 per liter. Harga jual tersebut sangat jelas berada jauh dibawah harga keekonomian. 

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan bahwa kondisi ini harus segera dibenahi. Pemerintah disebut harus memberikan restu bagi badan usaha untuk mengkoreksi naik harga BBM non subsidi, agar kerugian yang diderita badan usaha tidak semakin parah. 

“Saya kira untuk jenis Pertamax dan Pertalite pemerintah patut mempertimbangkan untuk dilakukan penyesuaian dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian masyarakat juga,” ujar Mamit kepada Situsenergi.com, Selasa (26/10/2021). 

Diakui Mamit, keputusan untuk menaikkan harga BBM tidaklah mudah. Namun demikian, jika dilihat dari kondisi masyarakat saat ini yang sudah mulai membaik, seharusnya pemerintah bisa mengedukasi masyarakat bahwa seharusnya memang terjadi perubahan harga BBM non subsidi, seiring kenaikan harga minyak mentah dunia dan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. 

“Pemerintah juga perlu mengedukasi masyarakat perihal komponen-komponen apa saja dalam penentuan harga BBM. Serta memberikan informasi bahwa saat ini kita adalah net importir minyak mentah maupun produk,” kata dia. 

Oleh karena itu, sambung Mamit,,meskipun Pertamina memang berniat membantu pemerintah untuk tidak melakukan penyesuaian harga, tetapi Pemerintah harus memikirkan juga nasib Pertamina dalam ini Patra Niaga. Sebab Patra Niaga akan menanggung kerugian yang cukup signifikan jika tidak ada solusi terkait dengan harga BBM umum ini. 
“Perlu segera diambil tindakan terkait dengan penyesuaian harga BBM umum ini,” pungkasnya. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Kapal Terbakar di Selat Sunda, PTK Kerahkan 11 Oil Boom untuk Cegah Tumpahan BBM

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) bergerak cepat merespons insiden kebakaran...

Princeton University Intip Dapur Digital Pertamina, AI Jadi Sorotan!

Jakarta, Situsenergi.com Transformasi digital Pertamina menarik perhatian perwakilan Princeton University, Amerika Serikat....

Produksi Panas Bumi Pertamina Geothermal Pecah Rekor, Tembus 4.114 GWh!

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatatkan rekor produksi listrik...

Migas Nonkonvensional Dibidik! Pertamina Drilling Andalkan Rig 1.500 HP

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina Drilling memperkuat kesiapan untuk menggarap potensi migas nonkonvensional (MNK)...