Home ENERGI Negara Produsen Fokus Perketat Pembatasan Produksi, Minyak Relatif Stabil
ENERGI

Negara Produsen Fokus Perketat Pembatasan Produksi, Minyak Relatif Stabil

Share
rudi rubiandini pesimis target lifting minyak 1 juta bph tercapai di 2030
Share

Tokyo, Situsenergy.com

Harga minyak relatif stabil, Kamis, setelah negara-negara produsen minyak (OPEC Plus) bersepakat untuk fokus pada pengetatan produksi, pasca Arab Saudi secara sepihak setuju untuk memangkas output.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, naik 8 sen menjadi USD54,38 per barel pada pukul 08.25 WIB, setelah melonjak 1,3 persen pada penutupan Rabu, demikian dikutip dari laporan  Reuters,  di Tokyo, Kamis (7/1/2020).

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), bertambah 11 sen menjadi USD50,74 per barel, setelah tergelincir di awal sesi Asia. Kontrak tersebut melesat 1,4 persen pada penutupan Rabu.

Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, mengatakan akan secara sukarela memangkas output satu juta barel per hari (bph) pada Februari dan Maret, setelah OPEC Plus, kelompok yang terdiri dari Organisasi Negara Eksportir Minyak dan produsen lain, termasuk Rusia, bertemu awal pekan ini.

“Minyak mentah WTI tampaknya siap untuk bergerak lebih tinggi karena pemerintahan Biden akan menekan produksi minyak mentah AS, Saudi secara tentatif mengurangi kekhawatiran kelebihan pasokan dengan pemotongan 1 juta bph, dan karena pergerakan dolar,” kata Edward Moya, analis OANDA.

Depresiasi dolar membuat minyak lebih murah karena komoditas tersebut sebagian besar diperdagangkan menggunakan  greenback.

Stok minyak mentah AS turun dan persediaan bahan bakar meningkat, ungkap Badan Informasi Energi, Rabu.

Persediaan minyak mentah turun 8 juta barel dalam sepekan hingga 1 Januari menjadi 485,5 juta barel, berbeda dengan jajak pendapat  Reuters  yang menunjukkan analis memperkirakan penyusutan 2,1 juta barel.

Penurunan stok itu terjadi pada akhir tahun ketika perusahaan energi mengeluarkan minyak dari tempat penampungan untuk menghindari tagihan pajak. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...