Home ENERGI Harga Minyak Anjlok, Pertamina Manfaatkan Untuk Impor Sebanyak-Banyaknya
ENERGI

Harga Minyak Anjlok, Pertamina Manfaatkan Untuk Impor Sebanyak-Banyaknya

Share
Share

Jakarta, SitusEnergy.com

PT Pertamina (Persero) tidak mensia-siakan kondisi disaat harga minyak dunia tangah anjlok. BUMN tersebut kemudian memutuskan untuk melakukan penambahan impor untuk produk BBM dan LPG sebanyak-banyaknya.

“Tambahan impor minyak mentah akan meningkatkan ketersediaan minyak mentah dalam negeri yang akan diolah di kilang Pertamina,” ujar VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman alam keterangan tertulisnya, Jumat, (03/4/2020).

Sayangnya Fajriyah tidak memberikan rincian besaran tambahan impor minyak mentah tersebut. Ia hanya mengatakan, meski ada tambahan impor minyak mentah, namun Pertamina tetap mengutamakan penyerapan minyak mentah dari dalam negeri, baik yang didapatkan dari bagian pemerintah (government intake), anak perusahaan Pertamina dan pembelian bagian KKKS.

Hingga akhir Februari 2020, tercatat total minyak mentah domestik yang diserap dan diolah Pertamina sebesar 669 MBPD atau sekitar 92% dari produksi minyak mentah nasional.

Fajriyah juga memastikan pasokan untuk BBM masih aman, untuk produk jenis gasoline yakni Premium, Pertalite, dan Pertamax berada pada level aman di atas 22 hari. Pertamax Turbo mencapai 42 hari dan Minyak Tanah mencapai 89 hari.

Lalu produk jenis gasoil yakni Solar dan Dexlite dapat memenuhi ketersediaan di atas 24 hari, produk Pertamina Dex secara nasional mencapai 53 hari.

“Terjadi penurunan konsumsi harian BBM sebesar 16% menjadi 113 juta liter dari rata rata komsumsi normal harian sebesar 134 juta liter,” jelasnya.

Kondisi sebaliknya justru terjadi pada konsumsi LPG yang meningkat. Pasokan LPG secara nasional saat ini berada di level 16 hari. Peningkatan konsumsi LPG terjadi di sektor LPG untuk rumah tangga. LPG Subsidi 3 kg mengalami kenaikan konsumsi harian hampir 1% menjadi 22.117 metrik ton dari konsumsi normal sebesar 21.927 metrik ton.

Fajriyah mengatakan, banyak konsumen yang beralih ke LPG non subsidi khusus untuk rumah tangga seperti produk Bright Gas kemasan 12 kg dan 5,5 kg. Terbukti dari adanya peningkatan konsumsi hingga mencapai 9% dalam 3 minggu terakhir.

“Seluruh operasional perusahaan dari hulu, pengolahan hingga hilir tetap berjalan normal dengan pengaturan personil yang ketat sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19,” paparnya. (SNU/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...