Home ENERGI Ekonom: KCiC Harus Bertanggung Jawab Penuh atas Kebakaran Pipa BBM
ENERGI

Ekonom: KCiC Harus Bertanggung Jawab Penuh atas Kebakaran Pipa BBM

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori menegaskan, bahwa pihak PT Pertamina (Persero) tidak bisa disalahkan dalam musibah kebakaran pipa minyak yang terjadi di sekitar pipa BBM di sisi jalur tol Padalarang KM 130 yang mengalirkan BBM dari TBBM Ujung Berung ke Padalarang, Bandung.

Pasalnya, Pertamina tidak saja tak terlibat dalam pengerjaan proyek yang dikerjakan oleh KCIC itu, bahkan menjadi korban dan mengalami kerugian atas kelalaian pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut.

“Untuk itu pihak KCIC harus bertanggungjawab penuh atas musibah yang dialami oleh Pertamina beserta kerugian yang menyertainya sekaligus dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan setempat,” kata Defiyan dalam keterangan persnya yang diterima Situsenergy.com di Jakarta, Rabu (23/10).

Apalagi, kata dia, pihak KCIC melalui PR & CSR Manager PT KCIC Deni Yusdiana telah membenarkan terjadinya insiden pada proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) untuk konstruksi elevated yang dikerjakan oleh kontraktor KCJB. :Oleh karena itu, mereka (KCIC) harus segera melakukan klarifikasi soal beban dan tanggungjawab resiko dan kerugian yang diderita publik setempat. Hal ini supaya Pertamina yang merupakan perusahaan negara tak menjadi korban yang dipersalahkan publik, sehingga terjadi disinformsi,” paparnya.

Menurut dia, jika tidak terjadi perkembangan yang cukup positif atas opini yang telah terbentuk sebagai akibat pernyataan sepihak KCIC, maka sebaiknya Pertamina melakukan somasi atas perbuatan disinformasi dan melanggar hukum yang bisa saja merugikan BUMN tersebut secara ekonomi dan sosial.

Lebih jauh ia mengatakan, bahwa sebelum adanya proyek pembangunan jalur trase kereta cepat Jakarta-Bandung, maka pipa milik Pertamina yang terbakar itu telah lama dibangun.

“Jadi seharusnya pihak KCIC telah melakukan kajian menyeluruh (komprehensif) atas pekerjaan pengeboran proyek trase tersebut sehingga tak mengganggu keamanan pipa milik Pertamina,” tukasnya.(adi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...