Home ENERGI Kampung Hijau, Kurangi Sampah Plastik di Kota Surabaya
ENERGI

Kampung Hijau, Kurangi Sampah Plastik di Kota Surabaya

Share
Share

Surabaya, Situsenergy.com

Itikad untuk mengurangi sampah plastik di Kota Surabaya serta mampu memanfaatkannya menjadi bernilai ekonomi merupakan tujuan awal Kampung Hijau di Kelurahan Jagir Wonokromo, Kecamatan Wonokromo yang diinisiasi Pertamina Marketing Operation Region V Jatim Balinus. Lebih dari itu Kampung dengan nama Kampung Hijau Health Safety Security Environment (HSSE) Pertamina juga turut memberdayakan para lansia (lanjut usia) untuk mendapatkan penghasilan tambahan melalui berbagai kegiatan ekonomi yang dikembangkan.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V, Rustam Aji, mengatakan Kampung Hijau HSSE Pertamina bertujuan untuk menciptakan lingkungan pemukiman yang sehat dengan kehidupan warganya yang guyub dan sekaligus mendukung Pemerintah Kota Surabaya untuk mengurangi sampah plastik.

“Pertamina telah mengucurkan dana sekitar Rp 600 juta selama 2 tahun terakhir dan berhasil membuat Kampung Hijau HSSE meraih berbagai penghargaan dari Pemerintah Kota Surabaya dalam hal penataan dan pembinaan lingkungan,” ujar Rustam dalam keterangan persmya Rabu (26/9).

Kampung Hijau HSSE, lanjut Rustam, memiliki 3 kelompok binaan, yakni Wasiat atau Warga Siap Tanggap Darurat, Lansia Selamat atau Lanjut Usia Sehat Langgeng dan Bermanfaat serta Bank Sampah.

Menurut Rustam, masing-masing kelompok binaan ini memiliki kegiatan sendiri baik dalam bidang ekonomi, sosial maupun lingkungan. Lansia Selamat misalnya memiliki kegiatan budidaya jamur, lele, tanaman hidroponik serta usaha konveksi dan program UMKM. Kegiatan ini telah meningkatan pendapatan bagi para Lansia sebesar Rp.2.650.000 per bulan. Demikian juga Wasiat mendapatkan penghasilan tambahan bagi masyarakat melalui usaha motor berbasis pemanfaatan IPAL (instalasi pengolahan air limbah) sebesar Rp1.200.000 per bulan.

Sedangkan Bank Sampah telah mengurangi kebiasan warga membuang sampah di sekitar pemukiman dengan mengajak ibu-ibu rumah tangga memilah sampah organik dan anorganik dari rumah tangga. Sampah-sampah anorganik dan plastik akan dikumpulkan dalam bank sampah yang kemudian dijual ke pengepul yang uangnya digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan warga lainnya. Sedangkan sampah organik dibuat pupuk untuk tanaman penghijauan di kampung itu.

Program yang diiniasi Pertamina tersebut juga mendapat apresiasi dari La Tofi School of CSR, berupa penghargaan dengan Kategori Pemberdayaan Ekonomi Komunitas yang berhasil membuat masyarakat yang mandiri melalui peningkatan mutu kualitas produk yang dihasilkan oleh masyarakat

“Sampah merupakan masalah yang kerap dihadapi kota-kota besar seperti Surabaya, karena itu Pertamina akan terus mendukung pengurangan dan pengelolaan sampah melalui berbagai program CSR yang berkelanjutan,” pungkas Rustam.(adi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PTBA dan PNRE Jajaki PLTS di Lahan Pascatambang

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) bersama PT Pertamina New...

KII Gandeng OMS Italia, Industri Valve Nasional Siap Naik Kelas Lewat Alih Teknologi

Cikarang, situsenergi.com PT Katup Industri Indonesia (KII) memperkuat langkahnya di industri manufaktur...

Penyesuaian Regulasi Harga LNG Diperlukan Demi Jaga Daya Saing Industri Nasional

Jakarta, situsenergi.com Lonjakan harga LNG global menekan pasar energi dunia. Kerusakan fasilitas...

PTBA Tebar Dividen Jumbo Rp1,32 Triliun, Pemegang Saham Auto Cuan!

Jakarta, situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memutuskan membagikan dividen tunai...