Jakarta, Situsenergi.com
PT Pertamina (Persero) terus mempercepat transformasi dan penyederhanaan struktur usaha melalui program streamlining. Tahun ini, Pertamina menargetkan penyederhanaan terhadap 118 perusahaan untuk menciptakan struktur usaha yang lebih efisien dan fokus.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menjelaskan bahwa konsolidasi dan penyederhanaan badan usaha di bawah Pertamina tersebut penting untuk menciptakan organisasi yang lebih sehat dan mengurangi rantai birokrasi yang tidak diperlukan.
“Jadi, ke depan tidak perlu lagi ada banyak entitas seperti Hulu Rokan, Hulu RIK, dan Hulu lainnya. Itu hanya menambah birokrasi yang panjang. Maunya cukup satu konsolidasi dalam satu PT saja,” ujar Dony dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).
Pertamina melaporkan perkembangan program streamlining yang telah berjalan. Hingga kuartal II 2026, BUMN Energi ini telah melakukan streamlining terhadap 31 perusahaan dan menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 48 perusahaan pada September 2026.
Dony menegaskan proses streamlining dan transformasi BUMN harus dilakukan secara fundamental dan terencana. Menurutnya, penyederhanaan struktur perusahaan harus menghasilkan perubahan budaya kerja yang lebih profesional dan berorientasi pada kinerja.
Ia mendorong Pertamina untuk menyelesaikan seluruh proses transformasi secara cepat sekaligus memastikan setiap langkah dilakukan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi perusahaan.

“Proses streamlining dan transformasi perusahaan-perusahaan BUMN ini memang kita lakukan secara fundamental dan terencana. Ekspektasi pemerintah terhadap kita begitu tinggi, sehingga kita tidak punya banyak waktu,” ujar Dony. (DIN/GIT)
Leave a comment